AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali buka suara soal rencana menaikkan tarif Transjakarta.
Sempat merencanakan tarif Transjakarta naik menjadi Rp5 ribu-Rp7 ribu, kini Pramono justru mengaku bimbang.
Ia mengaku kebimbangan ini terjadi lantaran pendapat publik yang terbelah.
Sebab, menurutnya rencana ini menimbulkan pro kontra dari masyarakat.
Baca Juga: Ditunda, Pembahasan Raperda APBD DKI Jakarta 2026 akan Digelar Lusa!
Hingga kini, Pramono pun masih terus mempertimbangkan tarif yang sesuai untuk Transjakarta.
Ia mengaku akan menyampaikan putusannya nanti di waktu yang tepat.
Untuk saat ini, tarif naik Transjakarta masih Rp3.500.
Namun jika tanpa subsidi, sebenarnya masyarakat harus membayar Rp13 ribu.
Baca Juga: Pemprov Jakarta akan Perluas CFD Tidak Hanya di Sudirman-Thamrin, Anggota DPRD DKI Jakarta Setuju
Tarif tersebut belum pernah mengalami kenaikan sejak tahun 2005.
Di sisi lain, ada 15 golongan masyarakat yang mendapat fasilitas gratis untuk naik Transjakarta.
15 golongan tersebut mulai dari ASN, anggota TNI/Polri, pelajar, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia.***