AYOJAKARTA.COM - Jadi sorotan angka depresi di Ibu kota DKI Jakarta paling tinggi di antara rata-rata di Indonesia.
DKI Jakarta sendiri diketahui baru saja mendapatkan perangkat sebagai Kota Bahagi ke 18 menurut survei dari Time Out di tahun 2025.
Sebagai informasi tingginya aangka depresi di DKI Jakarta berasal dari pernyataan dari Ketua Tim Kerja Deteksi Dini dan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Yunita Arihandayani.
Baca Juga: Tonggak Baru Investasi Syariah: KIK EBA BRI-MI Jakarta Lingkar Barat Satu Melantai di Bursa
Yunita menyebutkan bahwa setidaknya 1,5 Persen warga berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.
"Data gangguan depresi rata-rata Nasional 1,4 Persen dan DKI Jakarta sedikit lebih tinggi diangka 1,5 Persen," dikutip ayojakarta.com pada Minggu, 23 November 2025.
Lebih lanjut, ternyata masalah kejiwaan bagi usia di atas 15 tahun menjadi momok penyakit kedua tertinggi.
Baca Juga: BNI Dorong Atlet Berprestasi, Indonesia Borong Final Australia Open 2025
Berbagai faktor menjadi penyebab hal ini, tapi kebanyakan karena tidak melakukan pengobatan walaupun sudah mengalami depresi atau gangguan kecemasan.
Warga DKI Jakarta ternyata bisa memanfaatkan skrinning kesehatan jiwa secara gratis yang diberikan melalui aplikasi JAKI dengan fitur JakCare.
Menanggapi tingginya angka depresi di DKI Jakarta di tengah perangkat kota bahagia Wakil Gubernur Rano Karno ikut membagikan opininya.
Menurut Rano, untuk bahagia dalam keseluruhan itu tidak mungkin dan harus dilakukan survei untuk mengetahui kepastian dari tingkat kebahagiaan dan depresi.
"Itu yang namanya depresi itu wilayah, beberapa wilayah mungkin iya, tapi nggak bisa whole gitu, kita harus survei itu," pungkasnya.