Metropolitan

Usai Viral, Kemenag DKI Jakarta Buka Suara Terkait Jalan DI Panjaitan Tak Bisa Diakses Masyarakat: Awalnya Lahan Resmi Kami...

Oleh: Jinan Vania Barizky Jumat 28 Nov 2025, 08:12 WIB
Kemenag DKI Jakarta buka suara terkait Jalan DI Panjaitan. (Sumber: Kemenag.go.id | Foto: Kemenag.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Setelah viral adanya penutupan pada malam hari selama bertahun-tahun di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur tepatnya depan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta yang tak bisa digunakan masyarakat, kekinian Kemenag ikut buka suara.

Sebagai informasi kritik tak bisa dipakainya Jalan DI Panjaitan ini dibagikan oleh akun Instagram @ijoeel pada Kamis, 27 November 2025 lalu.

Dalam video tersebut diperlihatkan bagaimana jalan ditutup dengan seng yang disebut adanya proyek, tapi ternyata digunakan sebagai lahan parkir mobil.

Baca Juga: Harga Murah Bobibos Dipertanyakan, Raymond Chin dan Bennix Sepakat Ada Kejanggalan, Akankah Bernasib Sama seperti Esemka?

Menanggapi ramainya kasus ini, pihak Kemenag Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa lahan yang dijadikan tempat parkir dan menjadi sorotan publik, awalnya merupakan lahan milik Kemenag yang direlakan untuk proyek perluasan Jalan Tol Becakayu.

Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Adib menjelaskan bahwa kawasan tersebut sebelumnya merupakan area parkir resmi milik Kemenag.

Seiring proyek pelebaran jalan oleh Kementerian PUPR, lahan tersebut digunakan untuk kepentingan publik dan Kemenag memperoleh bangunan pengganti melalui pembangunan fasilitas parkir baru di bagian belakang kantor.
 
“Sebelumnya, lahan itu memang lahan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Area parkir kami terkena perluasan Tol Becakayu. Karena itu, kami bersama PUPR menyiapkan bangunan pengganti di belakang, tetapi prosesnya memang cukup panjang karena ada beberapa bangunan yang harus dibongkar terlebih dahulu,” jelas Kepala Kanwil.

Baca Juga: Banjir Bandang Sumatera Utara Bukan Hanya karena Cuaca Ekstrem, Walhi Sumut: Bencana Ekologis Hasil Pertambangan Emas dan Kebijakan Politik


 
Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas pengganti masih berlangsung.

Meski demikian, area parkir baru di belakang kantor sudah dapat digunakan sejak akhir Oktober 2025.

Dengan demikian, seluruh kendaraan operasional Kemenag kini dipindahkan ke area tersebut.
 
“Karena lahan parkir di belakang sudah siap, parkir yang sebelumnya berada di depan sudah kami pindahkan seluruhnya. Itu sebabnya akses jalan sekarang bisa dibuka kembali,” ujarnya.

Terkait viralnya pemberitaan mengenai penutupan jalan pada malam hari, pihak Kemenag menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga keamanan aset negara selama proses pembangunan berlangsung.
 
“Penutupan malam hari itu karena banyak kendaraan kami yang masih disimpan di luar. Itu murni untuk keamanan aset. Sekarang semuanya sudah bisa masuk ke area dalam, sehingga akses bisa dibuka penuh,” katanya.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky