Metropolitan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: Perayaan Tahun Baru 2026 akan Dilakukan Sederhana

Oleh: Jinan Vania Barizky Jumat 19 Des 2025, 13:49 WIB
Ilustrasi. Pemprov DKI Jakarta akan tetap melakukan perayaan tahun baru 2026 sebagai agenda tahunan, namun dalam bentuk yang sederhana. (Sumber: Pixabay | Foto: Pixabay)

AYOJAKARTA.COM- Indonesia masih dalam keadaan berduka pasca bencana banjir-longsor di 3 provinsi Pulau Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pemprov DKI Jakarta akan tetap melakukan perayaan tahun baru 2026 sebagai agenda tahunan, namun dalam bentuk yang sederhana.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di DKI Jakarta Jelang Perayaan Nataru, Rano Karno Kunjungi Kantor BMKG

"Maka dengan demikian,walaupun nanti dalam kesederhaan, saya ingin Jakarta tetap di mata dunia walaupun dalam kondisi berduka," pungkasnya.

Pramono menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta hingga saat ini masih terus memberikan bantuan kepada korban bencana banjir-longsor di Pulau Sumatera walau tidak dipublikasikan secara terus-menerus.

Selain itu perayaan Tahun baru 2026 pun kemungkinan akan memiliki momen doa bersama.

"Yang jelas bahwa Jakarta tidak dalam kemeriahan," pungkasnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Cek Keselamatan dan Perizinan 3.500 Gedung di Ibu Kota, 10 Gedung Kena SP1

Bencana Banjir-Longsor Pulau Sumatera

Sebagai informasi, masyarakat di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masih dalam pemulihan dan membutuhkan bantuan pasca bencana.

Kejadian banjir-longsor yang terjadi pada akhir November 2025 itu diketahui telah menewaskan 1068 jiwa menurut laporan BNPB per Jumat, 19 Desember 2025. Untuk korban hilang sendiri diangka 190 jiwa.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky