Metropolitan

Semua yang Perlu Kamu Tahu Tentang Cek Kesehatan Gratis di Jakarta

Oleh: Katarina Erlita Jumat 19 Des 2025, 17:57 WIB
Ilustrasi Medical Check Up. (Sumber: Pixabay/UrbanOrigami)

AYOJAKARTA.COM - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu layanan kesehatan unggulan pemerintah yang saat ini berlangsung di seluruh Puskesmas wilayah DKI Jakarta.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan dini dan pencegahan penyakit sejak awal.

CKG merupakan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan dengan pendekatan siklus hidup. Artinya, layanan ini mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak pra-sekolah, dewasa, hingga lanjut usia.

Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra: Kamera Baru, Desain Lebih Tipis, dan Performa Kelas Profesional

Tujuan utama program ini adalah mendeteksi faktor risiko kesehatan, kondisi pra-penyakit, hingga penyakit yang berpotensi berkembang menjadi lebih serius.

Seluruh warga yang datang dan mengakses layanan Puskesmas di Jakarta dapat mengikuti program CKG. Bahkan, saat ini seluruh layanan Puskesmas telah terintegrasi dengan CKG.

Jika Anda sudah pernah berobat atau memeriksakan diri ke Puskesmas pada tahun berjalan, maka Anda akan otomatis terdaftar sebagai peserta CKG tanpa perlu pendaftaran tambahan.

Jenis pemeriksaan yang diberikan dalam program CKG bervariasi sesuai usia dan kondisi kesehatan. Untuk bayi baru lahir tersedia skrining kelainan bawaan. Balita dan anak pra-sekolah mendapatkan skrining pertumbuhan, perkembangan, tuberkulosis, serta kelainan darah.

Baca Juga: Viral Jakarta Diselimuti Awan Rendah, Apa Dampaknya ke Cuaca?

Sementara itu, kelompok dewasa dan lansia menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, skrining kesehatan jiwa, fungsi indra, hingga deteksi dini risiko penyakit jantung, stroke, gangguan paru-paru, dan kanker.

Manfaat mengikuti CKG sangat signifikan. Pemeriksaan dini memungkinkan penyakit dicegah atau ditangani lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan harapan hidup.

Selain itu, CKG juga membantu menekan biaya pengobatan jangka panjang dan mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat di masyarakat.

Sebagian peserta akan menerima undangan pemeriksaan lanjutan melalui pesan WhatsApp dari Kementerian Kesehatan. Undangan tersebut merupakan hasil integrasi data layanan Puskesmas ke dalam Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK).

Baca Juga: Tidak Ada Pesta Kembang Api, Pemprov DKI Jakarta Pilih Atraksi Drone hingga Doa Bersama Sambut Tahun Baru 2026

Peserta diimbau datang ke Puskesmas dalam waktu maksimal 30 hari sejak undangan diterima. Jika tidak hadir hingga batas waktu tersebut, pemeriksaan CKG dianggap selesai dan dapat diikuti kembali pada tahun berikutnya.

Dilansir dari laman setneg.go.id, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa program CKG telah menjangkau sekitar 65 juta masyarakat di seluruh Indonesia dan ditargetkan mencapai 70 juta orang hingga akhir tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak ditemukan meliputi kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan gigi, dan diabetes.

Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas pelaksanaan CKG ke lingkungan kementerian, lembaga, dan sektor swasta sebagai upaya memperkuat pencegahan penyakit secara nasional.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita