Viral Jakarta Diselimuti Awan Rendah, Apa Dampaknya ke Cuaca?

Ilustrasi cuaca berawan. (Sumber: Pixabay/JACLOU-DL)
Ilustrasi cuaca berawan. (Sumber: Pixabay/JACLOU-DL)

AYOJAKARTA.COM - Jakarta kembali menjadi perbincangan warganet setelah sebuah video yang menampilkan kondisi ibu kota diselimuti awan rendah viral di media sosial.

Unggahan akun Instagram @baaperrun pada Jumat, 19 Desember 2025, memperlihatkan suasana Jakarta yang tampak cerah berawan sejak pagi hari. Fenomena tersebut menuai ratusan likes dan puluhan komentar karena dinilai tidak biasa dan menyerupai kabut tebal.

Namun, para ahli memastikan bahwa fenomena tersebut bukanlah kabut. Peneliti Klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan awan rendah yang bergerak cepat.

Baca Juga: Tidak Ada Pesta Kembang Api, Pemprov DKI Jakarta Pilih Atraksi Drone hingga Doa Bersama Sambut Tahun Baru 2026

Pergerakan awan ini menjadi indikasi adanya sistem badai berskala luas yang berpotensi memicu cuaca ekstrem. Menurut Erma, dinamika atmosfer seperti ini sering kali berkaitan dengan kemunculan awan Cumulus congestus yang bergerak agresif.

Awan rendah sendiri merupakan jenis awan yang berada pada ketinggian kurang dari dua kilometer di atas permukaan tanah. Berdasarkan literatur Bumi dan Antariksa (2021), awan rendah terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu Stratus, Nimbostratus, dan Stratocumulus.

Ketiganya memiliki karakteristik dan dampak cuaca yang berbeda. Awan Stratus adalah awan paling rendah, dengan ketinggian di bawah 1.000 meter.

Bentuknya tipis, berlapis, dan menyebar mengikuti arah angin. Awan ini biasanya menimbulkan cuaca mendung atau gerimis ringan akibat proses kondensasi di udara rendah.

Baca Juga: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung: Perayaan Tahun Baru 2026 akan Dilakukan Sederhana

Sementara itu, awan Nimbostratus berada pada ketinggian 1.000 hingga 1.500 meter. Warnanya kelabu gelap, bentuknya tidak beraturan, dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Adapun awan Stratocumulus berada pada ketinggian 1.500 hingga 2.000 meter. Awan ini berbentuk gumpalan berlapis menyerupai gelombang, berwarna putih keabu-abuan, dan umumnya hanya memicu hujan ringan atau bahkan tanpa hujan sama sekali.

Fenomena awan rendah di Jakarta juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi atmosfer regional. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia.

Sistem ini berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi, terutama di wilayah barat Indonesia termasuk Jabodetabek. Selain bibit siklon, faktor monsun Asia dan seruakan udara dingin turut memperkuat pembentukan awan hujan.

Kombinasi kondisi tersebut membuat masyarakat di Jakarta dan sekitarnya perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, banjir, dan gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# awan rendah
# fenomena
# Jakarta

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.

Metropolitan

Perbaiki Tata Kelola Sampah! Sistem Controlled Landfill di TPST Bantargebang Diterapkan per 1 Agustus 2026

Sistem controlled landfill ini akan dilakukan bertahap sebagai bagian dari transisi menuju penghentian praktik open dumping.

Jakarta Timur

Jemput Bola! Puskesmas Kramat Jati Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Pusat Perbelanjaan

Program yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 ini menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan konsep jemput bola.

Bisnis

BRI Taipei Branch Office Bersama KDEI Taipei Perluas Layanan Perbankan WNI

BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei bersinergi perluas edukasi keuangan serta layanan perbankan bagi WNI di Taiwan secara aman.

Bisnis

Resmi! Jasa Marga Jadi Mentor Command Center Danantara Indonesia

Jasa Marga jadi mentor pengelolaan Command Center di Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia untuk tingkatkan efisiensi BUMN.

Bisnis

Dana Rp400 Juta Raib di Labuha, Pengamat: Jangan Gegabah Salahkan Bank

Usut tuntas isu Rp400 juta hilang di Labuha. Pengamat ingatkan publik jangan gegabah tuduh bank sebelum perkaranya jelas dan terbukti.

Sport

Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di JIS, Pramono Anung: ASN Boleh Nonton Asal Pekerjaan Tak Terganggu!

ASN Jakarta yang ikut nobar tidak boleh mengganggu pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Jakarta Timur

Truk Molen Nyangkut di Kolong Jembatan Matraman, Pramono Geram Minta Izin Mengemudi Sopir Dicabut Jika Terbukti Lalai

Diduga sopir truk tersebut tengah bermain HP saat berkendara hingga menabrak Jembatan Matraman, Kamis (17/7) dini hari.

Nasional

Presiden Prabowo Putuskan Bangun 30 Pabrik Bioetanol, Indonesia Bersiap Terapkan BBM E10

Peningkatan kapasitas produksi bioetanol menjadi syarat penting agar Indonesia dapat segera menerapkan BBM E10.