AYOJAKARTA.COM - Salah satu langkah pencegahan penyebaran virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang ramai disebut media Super Flu oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ialah vaksinasi.
Kasus Super Flu yang sudah menyebar di Indonesia, diketahui belum ada di DKI Jakarta.
Menanggapi kasus SuperFlu yang ramai diperbincangkan Pramono menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza namun ada yang berbayar.
Baca Juga: Penting! Prediksi Cuaca BMKG Hari Ini, 1 Wilayah DKI Jakarta Pagi Ini akan Hujan Disertai Petir!
"Saya sudah sampaikan kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan, untuk masyarakat yang ingin vaksinasi ya dipersilakan, memang seperti yang dijelaskan tadi ada yang harus bayar," ujar Pramono, di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).
Pramono mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan mengenai penanganan dan antisipasi potensi penyebaran Superflu.
Walaupun begitu, varian Superflu ini dinilai tidak berbahaya seperti Covid-19.
Baca Juga: Cetak Kinerja Positif, 11 Proyek Ketenagalistrikan Rampung di 2025: Dorong Transisi Energi Nasional
"Superflu ini tidak seperti Covid-19 dan mudah-mudahan Jakarta mempersiapkan untuk itu kalau memang ada pasien yang terkena di Jakarta. Mudah-mudahan saya sendiri berharap tidak ada di Jakarta," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan, meskipun belum masuk dalam kategori vaksin program, vaksin influenza yang ada saat ini efektif untuk menangkal berbagai varian flu, termasuk varian H3N2.
"Jadi artinya belum vaksin program, masih berbayar gitu. Tapi masyarakat bisa mendapatkan vaksin influenza ini di faskes-faskes termasuk di RSUD kami," tandas Ani.***