AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk mencegah potensi penyebaran virus super flu di wilayah Ibu Kota.
Upaya ini dilakukan meski hingga saat ini belum ditemukan kasus virus varian Influenza A (H3N2) subclade K di Jakarta, dan seiring tingginya mobilitas masyarakat serta dinamika kesehatan global.
Dalam hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberi instruksi kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.
Instruksi tersebut mengenai persiapan Dinkes DKI menyiapkan antisipasi menghadapi ancaman virus super flu ini.
"Memang sampai hari ini dari laporan yang ada di Jakarta belum ada. Toh kalau ada pun kita juga harus bersiap," ujar Pramono.
Upaya lain yang dilakukan Pramono adalah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Kesehatan RI.
Baca Juga: Penting! Selama 2 Minggu, Dishub DKI Jakarta Uji Coba Satu Arah di Jalan Salemba Tengah
Komunikasi ini dilakukan guna memastikan langkah mitigasi di Jakarta sejalan dengan pemerintah pusat.
Sebagai informasi, Kemenkes sendiri telah mencatat bahwa virus ini sudah ada 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.
Namun, Kemenkes memastikan jika H3N2 subclade K tidak mematikan seperti Covid 19.
Warga pun diimbau rutin mencuci tangan, menjaga etika batuk dan bersin, menggunakan masker saat sakit, serta membatasi aktivitas jika mengalami gejala flu.
Segera periksa ke layanan kesehatan jika mengalami demam atau flu berkelanjutan.***
Share this article
Meski kasus super flu masih nihil di Jakarta, Pramono Anung siapkan langkah antisipatif untuk pencegahan penularan virus.