Metropolitan

Penanganan Intensif di Kawasan Pesisir Muara Baru, 137 Ton Sampah Berhasil Diangkut dalam Waktu 3 Hari

Oleh: Desi Kris Senin 19 Jan 2026, 17:57 WIB
137 Ton Sampah di Kawasan Pesisir Muara Baru Berhasil Diangkat dalam Waktu 3 Hari (Sumber: Instagram @dinaslhdki)

AYOJAKARTA.COM - Upaya penanganan sampah di kawasan pesisir Muara Baru, Jakarta Utara, membuahkan hasil yang signifikan.

Dalam kurun waktu tiga hari, petugas gabungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu berhasil mengangkat 137 ton sampah yang menumpuk di wilayah perairan dan sepanjang garis pantai kawasan tersebut.

Dikutip dari akun Instagram @dinaslhdki, proses pengangkutan sampah ini dilakukan secara terpadu dan bertahap untuk mencegah pencemaran perairan dan melindungi lingkungan pesisir.

Di hari pertama sampah yang diangkut mencapat 35 ton, kemudian hari kedua 25 ton dan hari ke 3 77 ton.

Baca Juga: New Armada Transjakarta Double Decker Curi Perhatian saat Melintas di Tol: Vibes Kayak Lagi di Trans Jawa

Kegiatan penanganan intensif ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya volume sampah kiriman yang terbawa arus laut dan sungai, terutama setelah cuaca ekstrem dan tingginya aktivitas di wilayah pesisir.

Peningkatan efektivitas penanganan sampah ini melibatkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh truk kecil dan enam truk besar, dua excavator, dua perahu karet, dan alat bantu lengkap seperti APD, serokan, cangkrang, hingga kontainer.

Target penanganan selanjutnya yang akan dilakukan DLH DKI Jakarta adalah steriliasi kawasan kurang lebih lima hari, penyediaan armada cadangan, dan estimasi total sampah terangkut di atas 200 ton.

Baca Juga: Kabar BOBIBOS di Awal 2026 Masih Senyap, Kerja Sama dengan Timor Leste dan Dedi Mulyadi Mandek?

Upaya ini dilakukan untuk melindungi perairan dan lingkungan pesisir Jakarta secara berkelanjutan.

Selain itu, DLH DKI Jakarta juga menerapkan metode khusus berupa pemasangan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu untuk penanganan sampah ini.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris