AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta memastikan akan menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait gerakan nasional gentengisasi, termasuk dalam kebijakan pembangunan hunian di Ibu Kota.
Salah satu bentuk tindak lanjutnya adalah pelarangan penggunaan atap seng pada rumah susun (rusun) dan hunian baru yang dibangun Pemprov DKI Jakarta.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono mengatakan ke depan, pembangunan rusun baru tidak boleh lagi menggunakan atap abses maupun seng.
Baca Juga: Bibit Siklon Tropis 98P Diperkirakan Akan Berdampak di Indonesia, BMKG Beri Peringatan
"Arahan Bapak Presiden 1000% pasti saya jalankan, karena saya memang berkeinginan Jakarta akan menjadi lebih rapi dan lebih bersih," ujar Pramono dikutip dari kanal YouTube Kompas Tv.
Penggunaan atap seng, kata Pramono, sudah tidak sesusai, terutama untuk hunian yang dibangun pemerintah.
"Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah tidak boleh lagi pakai seng," katanya.
Ia menyampaikan penggunaan atap seng di Jakarta sebenarnya tidak terlalu banyak.
Baca Juga: Koridor Transjakarta dan Mikrotrans yang Beroperasi 24 Jam, Tak Perlu Khawatir Kehabisan Armada
Ke depan, Pramono akan memastikan semua bangunan atau hunian baru akan menggunakan genting agar lebih tertata dan layak.
Sebelumnya, gerakan gentengisasi ini disampaikan Presiden Prabowo saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Selasa (2/2).
"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat Saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genting dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genting dari seng," ujar orang nomor satu di Indonesia itu.
Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan gerakan 'Gentengisasi' yang merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). ***