AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku kerap tak bisa tidur ketika hujan deras mengguyur Ibu Kota.
Menurut Pramono, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, pikirannya langsung tertuju pada kondisi warga di wilayah rawan banjir.
"Setiap kali hujan turun, saya tidak bisa tidur sekarang. Sungguh, saya tidak bisa tidur. Sebelumnya, jika hujan, saya bisa tidur nyenyak," cerita Pramono.
Saat hujan turun, Pramono mengaku dirinya memilih untuk berdiskusi dengan sang istri Endang Nugrahani.
Baca Juga: Heboh Fenomena Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung, Dinas KPKP Diminta untuk Menidaklanjuti
Mereka kerap membicarakan solusi untuk memantau kondisi di Jakarta saat hujan tiba.
Pram pun mencontohkan beberapa kejadian banjir pada Januari 2026.
Ia mengaku hampir tidak beristirahat karena terus mengawai kesiapan jajaran Pemprov DKI untuk penanganan banjir.
"12 Januari, 18 Januari, 22 Januari, hampir saya tidak tidur karena saya mengontrol rekan-rekan saya bagaimana mempersiapkan diri menghadapi banjir di Jakarta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan pihaknya sudah semaksimal mungkin melakukan penanganan banjir.
Mulai dari jangka pendek hingga jangka menengah dan panjang dengan fokus utama di wilayah Daan Mogot, Jakarta Barat.
Pramono juga berencana untuk membangun flyover di wilayah tersebut.
Dengan keberadaan flyover diharapkan bisa mengatasi banjir sekaligus kemacetan yang selama ini terjadi.
Wilayah Daan Mogot sendiri rawan banjir karena posisi jalannya ada di bawah permukaan Sungai Mookervaart.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Terapkan Skema Kerja WFA saat Bulan Ramadan 2026
Oleh sebab itu, saat debit air sungai meningkat, air meluap ke badan jalan dan menyebabkan banjir serta kemacetan panjang.
Pemprov DKI Jakarta juga membangun pompa stasioner di kawasan Daan Mogot KM 13 yang akan ditempatkan di tiga titik, yakni KM 13, KM 13A, dan KM 13B.
Dengan pompa stasioner tersebut, kapasitas pemompaan akan meningkat hingga sekitar 7.000 liter per detik.***

Share this article
Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, pikiran Pramono Anung langsung tertuju pada kondisi warga di wilayah rawan banjir.