AYOJAKARTA.COM - Upaya normalisasi dan pengendalian banjir di wilayah DKI Jakarta hingga kini terus dikebut.
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menyampaikan progres pengerukan sedimen lumpur dan sampah di Kali Ciliwung pada segmen tanggul Rawajati, Kecamatan Pancoran, yang telah mencapai 79,1 persen hingga awal Februari 2026.
Kegiatan pengerukan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampungan serta memperlancar aliran air untuk meminimalkan potensi genangan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek untuk meningkatkan kapasitas tampung air, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Ada Sesar Aktif Apa di Pacitan yang Menyebabkan Gempa Tektonik Magnitudo 6,4
Petugas Satgas Monitoring Alat Berat Wilayah Pancoran Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Arifin mengatakan bahwa pengerukan Kali Ciliwung ini sudah dilakukan sejak 29 Agustus 2025.
Hingga kini kegiatan tersebut terus diintensifkan.
Arifin menyampaikan bahwa volume sedimen yang berhasil dikeruk mencapai sekitar 3.757,30 meter kubik.
Untuk melancarkan kegiatan ini, Sudin SDA Jakarta Selatam mengerahkan satu unit ekskavator long arm dan lima unit dump truck.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi BRI, Sukses Lipat Gandakan Pembiayaan Rumah Subsidi di Tahun 2025
"Seluruh hasil pengerukan dibuang ke lokasi pembuangan (dumping site) di kawasan Ancol sebagai bagian dari upaya optimalisasi fungsi sungai dan pengendalian banjir," ujar Arifin.
Ia pun berharap dengan dengan intensifikasi pengerukan sungai maupun lokasi tampungan air lainnya, ke depan bisa mencegah potensi genangan dan banjir di wilayah Jakarta Selatan, baik karena hujan atau saat terjadi kiriman air dari hulu.***