Metropolitan

Statistik Perjalanan dan Penumpang MRT Jakarta, Apa yang Terjadi di Tahun 2024?

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Sabtu 12 Okt 2024, 12:31 WIB
MRT Jakarta.

AYOJAKARTA.COM — Moda Raya Terpadu Jakarta (MRT Jakarta atau MRTJ) menjadi salah satu alternatif transportasi bagi warga Jakarta.

Apalagi saat jam sibuk di Jakarta, yang dikenal dengan kemacetan, MRT Jakarta menjadi pilihan transportasi cepat dan hemat waktu.

Dengan tarif hanya Rp3.000, yang bertambah Rp1.000 setelah melewati setiap stasiun, MRT Jakarta selalu diminati oleh warga untuk pergi bekerja atau berkeliling kota.

Sebagai informasi, MRTJ merupakan moda transportasi cepat yang mulai beroperasi sejak 24 Maret 2019. MRT Jakarta menjadi moda raya terpadu pertama yang beroperasi di Indonesia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) mengelola MRTJ, yang mencapai penumpang tertinggi sebanyak 71.827 orang pada Desember 2022.

MRT Jakarta memiliki panjang sistem 110,8 km, lebar sepur 1.067 mm, dan menggunakan daya listrik 1.500 V DC. Kecepatan MRT Jakarta mencapai 80 km/jam (50 mph) untuk jalur bawah tanah dan 100 km/jam (62 mph) untuk jalur layang.

Saat ini, pembangunan lintasan utara-selatan fase 2A menuju Bundaran HI masih berlangsung, dengan enam stasiun dan panjang lintasan 5,8 km. Depo MRT Jakarta di Lebak Bulus direncanakan akan diresmikan pada 29 April 2029.

PT MRT Jakarta telah memberlakukan tiket elektronik melalui Kartu Jelajah untuk perjalanan satu kali dan beberapa kali. Penumpang juga dapat membayar tarif perjalanan MRT Jakarta menggunakan Jak Linggo.

Baca Juga: Sepanjang Agustus 2024, Ada Berapa Juta Warga Jakarta yang Naik MRT?

Bagaimana perkembangan MRT Jakarta dalam setahun terakhir?

Sejak beroperasi, MRT Jakarta telah menempuh 8.241 perjalanan hingga Agustus 2024. Secara statistik, jumlah perjalanan MRT Jakarta pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 0,79 persen dibandingkan bulan Juli, yang mencapai 8.307 perjalanan.

Jika menggunakan metode year on year, jumlah perjalanan MRT Jakarta juga turun sebanyak 12 perjalanan dibandingkan bulan Agustus 2023, yang tercatat sebesar 8.235 perjalanan.

Hal ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam total perjalanan MRT Jakarta antara Agustus 2023 hingga Agustus 2024.

Secara kumulatif, total perjalanan MRT Jakarta dari Januari hingga Agustus 2024 mencapai 63.577 perjalanan, meningkat 1,09 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mencapai 62.884 perjalanan.

Baca Juga: Perbandingan Jumlah Penumpang Transportasi Umum MRT dan LRT Jakarta, 2024, BPS Mencatat Ada Penurunan

Bagaimana dengan jumlah penumpang MRT Jakarta?

Dikutip dari laman resmi jakarta.bps.go.id, jumlah penumpang MRT Jakarta pada Agustus 2024 mencapai 3.738.973 orang. Jumlah ini mengalami penurunan 1,20 persen dibandingkan bulan Juli 2023, yang tercatat sebanyak 3.784.237 penumpang.

Dengan demikian, jumlah penumpang MRT Jakarta dari bulan Juli ke Agustus 2024 turun sebanyak 45.264 orang.

Namun, jika dihitung secara year on year, jumlah penumpang MRT Jakarta dari Agustus 2023 hingga Agustus 2024 mengalami peningkatan sebesar 24,64 persen, dari 2.999.724 penumpang pada Agustus 2023 menjadi 3.738.973 penumpang pada Agustus 2024.

Dihitung secara kumulatif, jumlah penumpang MRT Jakarta dari Januari hingga Agustus 2024 mencapai 25.386.776 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 20,69 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023, yang mencapai 21.034.794 penumpang.

Baca Juga: Tren Terbaru Transportasi Publik Jakarta: Perjalanan MRT dan LRT Menurun, Transjakarta Justru Alami Lonjakan Penumpang

Apa penyebab meningkatnya jumlah penumpang MRT Jakarta dari tahun 2023 ke 2024?

Peningkatan jumlah penumpang MRT Jakarta yang mencapai 4.351.982 orang dari tahun 2023 ke 2024 menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih moda transportasi MRT Jakarta.

MRT Jakarta kini menjadi alternatif utama dalam pemanfaatan transportasi publik bagi masyarakat di Jakarta, terutama pada jam sibuk ketika aktivitas di luar rumah meningkat.

Selain itu, MRT Jakarta dapat mencapai kecepatan hingga 110 km/jam, lebih tinggi dibandingkan LRT atau KRL yang memiliki kecepatan maksimum 90 km/jam.

MRT Jakarta, yang mampu mengangkut 200–300 orang per kereta dan 1.200–1.800 orang per rangkaian, hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk tiba di stasiun berikutnya, sehingga sangat cocok bagi warga perkotaan Jakarta yang membutuhkan transportasi cepat dan efisien.***

Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Tedi Rukmana