AYOJAKARTA.COM - Kisah inspiratif datang dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Jakarta.
Seorang petugas bernama Mukhlisin mendadak menjadi sorotan publik setelah aksi sederhana namun berdampak besar.
Dia mengunggah dokumentasi “before-after” hasil kerjanya di media sosial.
Aksi ini justru membawanya mendapatkan apresiasi langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berupa hadiah umrah.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Town Hall Meeting 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki.
Di hadapan ribuan petugas PPSU, Pramono Anung memanggil Mukhlisin ke depan dan memberikan kabar yang tak disangka.
“Pak Mukhlisin bisa berangkat umrah,” ujar Pramono, disambut haru para peserta.
Mukhlisin, yang bertugas di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, awalnya hanya ingin membuktikan bahwa PPSU benar-benar bekerja nyata di lapangan.
Ia mengaku unggahan di media sosial bukan bagian dari tugasnya, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Saya ingin membuktikan kalau PPSU itu benar-benar bekerja, bukan sekadar foto lalu pergi,” ujarnya.
Langkah ini menjadi kontras di tengah isu manipulasi laporan kerja berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sempat mencuat di wilayah lain.
Kasus tersebut menimbulkan keraguan publik terhadap kinerja sebagian oknum petugas.
Menurut Pramono, apa yang dilakukan Mukhlisin mencerminkan integritas dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta kini tengah mendorong sistem kerja yang lebih transparan dan akuntabel.
“Tidak boleh lagi hanya sekadar menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan,” tegasnya.
Pramono Anung juga berharap kisah Mukhlisin bisa menjadi contoh bagi petugas lain untuk mengedepankan kejujuran dalam bekerja.
Ia menilai, kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui bukti nyata, bukan sekadar laporan administratif.
Mukhlisin sendiri mengaku tidak pernah membayangkan unggahan sederhana di media sosial bisa membawanya hingga ke Balai Kota dan mendapat hadiah umrah.
“Awalnya saya diundang lewat DM, lalu dipanggil. Saya benar-benar tidak menyangka,” katanya.
Ucapan terima kasih pun ia sampaikan langsung kepada Gubernur melalui media sosial, mengaku terharu atas apresiasi yang diterimanya.
"Terimakasih BPK gubernur. Yang sudah memberikan apresiasi dan tiket umroh. Saya gak bisa berkata kata terharu @pramonoanungw," tulis Mukhlisin di kolom komentar.
Kisah ini menjadi simbol perubahan budaya kerja di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Di tengah tantangan digitalisasi dan potensi manipulasi data, transparansi menjadi kunci utama.
Apresiasi terhadap Mukhlisin bukan sekadar hadiah, tetapi pesan kuat bahwa integritas dan kerja nyata tetap menjadi nilai utama dalam pelayanan publik.
Bagi warga Jakarta, kisah ini menjadi pengingat bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, bahkan dari satu unggahan yang jujur.***