Metropolitan

Medsos Pramono Anung Mendadak Digeruduk ARMY Gara-gara Wacana Konser BTS di Jakarta International Stadium

Oleh: Katarina Erlita Sabtu 18 Apr 2026, 12:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: menpan.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Rencana menghadirkan grup musik global BTS ke Jakarta saat ini sedang memantik perhatian publik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara terbuka menyampaikan keinginannya agar konser BTS dapat digelar di Jakarta pada akhir 2026 sebagai bagian dari strategi menjadikan ibu kota sebagai kota global.

Namun, alih-alih mendapat dukungan penuh, wacana ini justru memicu reaksi keras dari para penggemar BTS atau ARMY di media sosial.

Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Balai Kota Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan dua lokasi utama, yakni Jakarta International Stadium (JIS) dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Ia ingin memastikan Jakarta mampu menjadi tuan rumah konser berskala internasional dengan fasilitas yang memadai.

“Ya walaupun dua-duanya di Jakarta, tapi saya pengen banget apa GBK apa JIS itu mendapatkan tantangan kalau bagaimana kalau BTS main di sana,” ujar Pramono.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai konser internasional memiliki dampak ekonomi signifikan, mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga perputaran ekonomi UMKM.

Selain itu, tren wisata di Jakarta juga menunjukkan peningkatan durasi tinggal wisatawan yang kini mencapai rata-rata 2,8 hingga 3 hari.

Namun di balik ambisi tersebut, muncul gelombang penolakan dari ARMY. Banyak penggemar menilai keputusan lokasi konser seharusnya menjadi ranah promotor, bukan pemerintah.

Mereka juga menganggap GBK sebagai venue yang lebih layak dibanding JIS.

Komentar netizen pun membanjiri akun media sosial Pramono Anung. Berikut beberapa di antaranya:

“Stop ngurusin konser BTS dimana deh pak, biar diurus promotor,” tulis salah satu netizen.

“Pak udah mending urusin jakarta biar bener dlu pa,ga usah ngurusin venue konser Bts,” timpal warganet lainnya.

“BTS lebih cocok di GBK pak, gak usah EGOIS JADI PEJABAT!” kata seorang netizen.

Di sisi lain, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola JIS memastikan bahwa komunikasi dengan promotor dan manajemen BTS terus berjalan.

Bahkan, pihak manajemen BTS dari Korea Selatan telah meminta data teknis stadion secara rinci, termasuk kekuatan struktur untuk mendukung konsep panggung baru yang lebih kompleks.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menyebut bahwa pihaknya telah menyerahkan seluruh dokumen teknis yang dibutuhkan.

Hal ini menunjukkan bahwa proses negosiasi masih berlangsung dan belum ada keputusan final terkait lokasi konser.

Kontroversi ini menjadi cerminan bagaimana antusiasme publik terhadap BTS begitu besar di Indonesia.

Di saat yang sama, pemerintah menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan ambisi global dengan aspirasi masyarakat.

Jika terealisasi, konser BTS berpotensi menjadi salah satu momentum terbesar dalam industri hiburan Indonesia, sekaligus menguji kesiapan Jakarta sebagai destinasi event kelas dunia.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita