Metropolitan

Alami Kenaikan Harga, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok LPG Nonsubsidi Aman, Dinas PPKUKM: Masyarakat Jangan Panic Buying

Oleh: Jinan Vania Barizky Rabu 22 Apr 2026, 08:49 WIB
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM menjamin ketersediaan stok LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg di Jakarta tetap aman pasca kenaikan harga yang berlaku sejak 18 April 2026. (Sumber: Beritajakarta.id | Foto: Beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Selain kenaikan harga BBM, LPG nonsubsid juga menjadi sorotan karena alami kenaikan harga.

Kenaikan yang terjadi ini akibat konflik Timur Tengan yang belum juga terselesaikan dan berpengaruh pada dinamika pasar global.

Menanggapi hal ini, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) menjamin ketersediaan stok LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg di Jakarta tetap aman pasca-penyesuaian harga yang berlaku sejak 18 April 2026.

Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menyampaikan, LPG 12 kg merupakan LPG non-public service obligation (NPSO) atau nonsubsidi.

“LPG 12 kg mengalami kenaikan sebesar Rp36.000 atau sekitar 18,75 persen, dari Rp192.000 menjadi Rp228.000 per tabung. Sementara itu, LPG 5,5 kg naik Rp17.000 atau sekitar 18,89 persen, dari Rp90.000 menjadi Rp107.000 per tabung,” ujar Ratu dikutip ayojakarta.com pada Rabu, 22 April 2026.

Ia menjelaskan, penyesuaian harga LPG nonsubsidi ini merupakan dampak dari berbagai faktor eksternal. Di antaranya kenaikan harga kontrak LPG dunia (CP Aramco), meningkatnya Indonesian Crude Price (ICP), serta kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur logistik energi global.

Sementara terkait ketersediaan stok di Jakarta, Pemprov DKI terus berkoordinasi intensif dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying.

“Berdasarkan pantauan di lapangan, stok LPG 5,5 kg dan 12 kg saat ini stabil, baik di tingkat agen maupun pangkalan. Distribusi berjalan normal ke seluruh depo dan penyalur di lima wilayah kota administrasi serta Kabupaten Kepulauan Seribu,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga telah mengantisipasi potensi peralihan pengguna LPG 12 kg ke LPG subsidi 3 kg akibat kenaikan harga. Salah satunya melalui penguatan pengawasan dan edukasi agar subsidi tetap tepat sasaran.

Ratu juga mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang mampu agar tetap menggunakan LPG nonsubsidi.

“Kami bersama Pertamina, Hiswana Migas, dan para pemangku kepentingan akan melakukan monitoring penggunaan LPG di sektor usaha non-UMKM, seperti restoran, kafe, dan perhotelan,” ucap Ratu.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky