AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memacu langkah strategis untuk mentransformasi ibu kota menjadi kota global yang kompetitif.
Dalam kunjungan kerja terbaru ke Tiongkok pada April 2026, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Shenzhen.
Fokus utamanya? Penerapan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan peresmian kerja sama Sister City pada tahun 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Jakarta untuk menembus jajaran Top 50 Global City pada tahun 2030.
Lantas, bagaimana teknologi AI akan mengubah wajah layanan publik di Jakarta?
Penerapan AI dalam Layanan Publik Jakarta
Penerapan AI di Jakarta nantinya tidak hanya menjadi tren, melainkan solusi kebutuhan urban.
Berdasarkan hasil pertemuan dengan Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, terdapat tiga sektor utama yang akan disentuh oleh teknologi AI:
1. Revolusi Transportasi Publik
AI akan digunakan untuk mengelola sistem transportasi yang lebih modern dan efisien.
Teknologi ini diharapkan mampu mengurai kemacetan kronis serta mendukung mobilitas hingga 4 juta orang per hari di kawasan aglomerasi Jakarta.
2. Infrastruktur Smart City
Mengadopsi kesuksesan Shenzhen, Jakarta akan menggunakan AI untuk mengelola tantangan urbanisasi yang kompleks secara inovatif dan berkelanjutan.
3. Solusi Polusi dan Lingkungan
AI akan diintegrasikan dengan program elektrifikasi kendaraan publik dan pembangunan infrastruktur charging station guna menciptakan kota yang lebih hijau dan bebas polusi.
Target Strategis Sister City Jakarta-Shenzhen 2026
Kerja sama Sister City antara Jakarta dan Shenzhen ditargetkan resmi ditandatangani pada November 2026. Kemitraan ini mencakup poin-poin krusial, di antaranya:
- Berbagi Praktik Terbaik: Pertukaran pengetahuan dalam menangani banjir, macet, dan polusi udara. Pengembangan MRT dan TOD: Kolaborasi antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group untuk mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang modern. Sebagai rujukan, Shenzhen Metro telah sukses melayani 13 juta penumpang per hari.
- Konektivitas Antarwarga: Memperkuat hubungan melalui pertukaran budaya, pelajar, dan inovasi sektor maritim.
Melalui transfer teknologi dari Shenzhen, Jakarta optimis dapat mempercepat pembangunan infrastruktur cerdas.
Dukungan teknologi tingkat tinggi ini tidak hanya bertujuan memperbaiki layanan publik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau.
Dengan integrasi AI yang tepat sasaran dan kemitraan internasional yang kuat, ambisi Jakarta untuk menjadi kota global yang sejajar dengan Beijing dan Shanghai bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang dibangun.***