AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berakselerasi untuk mewujudkan visi Jakarta sebagai Top 50 Global City pada tahun 2030.
Langkah konkret terbaru diambil oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melalui kunjungan kerja ke Tiongkok pada Rabu, 22 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pertemuan bilateral dengan Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, serta pihak Shenzhen Metro Group untuk menyepakati sejumlah perjanjian strategis demi transformasi perkotaan Jakarta.
Dilansir dari akun Instagram @dkijakarta, berikut adalah poin-poin utama perjanjian kerja sama strategis yang dihasilkan dari pertemuan tersebut:
1. Kesepakatan Menuju Status Sister City 2026
Salah satu hasil paling signifikan adalah rencana pembentukan kerja sama Sister City antara Jakarta dan Shenzhen yang ditargetkan diresmikan pada November 2026.
Melalui status ini, kedua kota akan berbagi praktik terbaik dalam menangani tantangan urbanisasi yang kompleks, termasuk solusi terhadap kemacetan, polusi udara, dan manajemen banjir.
Kerja sama ini juga mencakup konektivitas antarwarga melalui pertukaran budaya dan inovasi di sektor maritim.
2. Pengembangan MRT dan Kawasan TOD Modern
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan formal melalui penandatanganan MoU antara MRT Jakarta dan Shenzhen Metro Group.
Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan peningkatan layanan MRT yang terintegrasi secara berkelanjutan.
Jakarta menjadikan Shenzhen Metro sebagai rujukan utama karena keberhasilannya membangun jaringan sepanjang 635 km yang melayani hingga 13 juta penumpang per hari.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi mobilitas 4 juta orang di kawasan aglomerasi Jakarta.
3. Transformasi Teknologi AI dan Infrastruktur Smart City
Shenzhen, yang dikenal sebagai pusat teknologi global, menyatakan kesiapannya untuk mendukung Jakarta dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik.
Kerja sama ini mencakup transfer teknologi terkait elektrifikasi kendaraan publik, pembangunan infrastruktur pengisian daya (charging station), serta pengembangan infrastruktur smart city yang inovatif.
Melalui sinergi ini, Jakarta optimis dapat mengadopsi efisiensi Shenzhen dalam membangun sistem transportasi yang aman dan nyaman.
Integrasi teknologi tingkat tinggi dan pengembangan kawasan TOD diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan kronis, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.***

Share this article
Jakarta bidik Top 50 Global City 2030 lewat kerja sama strategis dengan Shenzhen. Fokus pada status Sister City 2026, pengembangan MRT & TOD modern, serta penerapan AI untuk infrastruktur Smart City.