AYOJAKARTA.COM - Jakarta secara resmi telah menjalin kemitraan kota kembar atau sister city dengan Jeju, Korea Selatan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan kabar bersejarah ini melalui unggahan di media sosial pada Minggu, 25 April 2026.
"Jakarta dan Jeju resmi menjadi Sister City. Terima kasih kepada Gubernur Jeju, Mr. Oh Young Hun, dan jajaran atas sambutan yang hangat," tulis Pramono
"Kami berharap Jakarta dan Jeju bisa menjadi mitra strategis di bidang pariwisata dan energi terbarukan," sambungnya lagi.
Langkah strategis ini diambil setelah pertemuan formal dengan Gubernur Jeju, Mr. Oh Young Hun, yang menyambut delegasi Jakarta dengan sambutan yang hangat.
Kemitraan ini bukan sekadar seremoni formal semata. Pramono Anung menekankan bahwa Jakarta dan Jeju akan menjadi mitra strategis, terutama dalam pengembangan sektor pariwisata dan energi terbarukan.
"Semoga ini menjadi awal yang baik dan menguntungkan bagi kedua kota," tulis Pramono dalam pesannya.
Mengingat reputasi Jeju sebagai destinasi wisata internasional dan pemimpin dalam inovasi ramah lingkungan, Jakarta berpeluang besar untuk melakukan pertukaran keahlian di bidang tersebut.
### Misi Menuju Top 50 Global City 2030
Sebelum sepakat menjalin kerja sama dengan Jeju, Pramono Anung sempat melakukan kunjungan kerja ke tiga negara.
Ketiga negara yang dimaksud adalah Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Kunjungan tersebut berlangsung pada 22–28 April 2026.
Misi utama dari diplomasi kota ini adalah mempercepat transformasi Jakarta untuk menembus jajaran Top 50 Global City pada tahun 2030.
Selama di Seoul, selain meresmikan hubungan dengan Jeju, delegasi Jakarta juga mengunjungi fasilitas kesehatan seperti Seoul Boramae Medical Center.
Harapannya Jakarta bisa menjajaki kerja sama pengembangan pelayanan kesehatan, khususnya sebagai tolok ukur bagi RS Sumber Waras.
Hal ini sejalan dengan visi Jakarta untuk menjadi kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
### Makna Penting Hubungan Sister City
Hubungan sister city sendiri merupakan perjanjian hukum dan sosial yang bertujuan memperkuat ikatan budaya serta perdagangan antarwilayah yang secara geografis terpisah.
Praktik ini bertujuan untuk mempromosikan saling pengertian antarpenduduk kota demi kemakmuran bersama.
Dengan resminya hubungan ini, Jeju kini bersanding dengan daftar panjang kota kembar Jakarta lainnya, seperti Los Angeles, Beijing, Seoul, Tokyo, dan Berlin.
Gubernur Pramono optimis bahwa tantangan perkotaan seperti kemacetan dan polusi udara bukan menjadi penghalang, melainkan pendorong inovasi melalui kolaborasi lintas kota.
Jakarta kini siap tumbuh menjadi laboratorium hidup transformasi perkotaan di Asia Tenggara dengan dukungan mitra internasional yang semakin kuat.***