AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah sebanyak 5.000 personel Satpol PP.
Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano karno mengatakan bahwa penambahan personel ini akan dilakukan secara bertahap.
Menurut Rano, usulan untuk menambah 5.000 personel Satpol PP ini adalah hal wajar.
Rano juga menyoroti 35 personel Satpol PP yang meninggal dunia dalam setahun lantaran akumulasi kondisi kesehatan di rentang waktu lama.

Oleh sebab itu, sebagai solusi Rano mengungkap perlunya kebutuhan pembangunan Markas Komando (Mako) Satpol PP yang memadai.
Ia menilai, Mako Satpol PP di Jalan Kebon Sirih saat ini sangat kecil dan tidak memadai.
Bukan hanya menjadi pusat komando pengawasan digital dan penempatan armada, Mako yang nantinya akan dibangung bisa jadi pusat aktivitas dan shelter istirahat personel saat usai bertugas.
"Sebetulnya sudah didesain dan dianggarkan, cuma terkena efisiensi. Makanya kemarin saya sempat bicara dengan Pak Gubernur, sepertinya kita harus evaluasi lagi masalah ini, apalagi Jakarta mau jadi Kota Global," ujar Rano.

Sebelumnya, Satpol PP DKI Jakarta telah mengusulkan penambahan personel baru dengan usia lebih muda sebagai langkah antisipasi ke depan.
Selain itu, keterbatasan jumlah personel saat ini dinilai belum sebanding dengan tugas pengamanan dan penegakan ketertiban yang berlangsung selama 24 jam.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, dalam satu kelurahan, jumlah anggota yang tersedia rata-rata hanya berkisar antara 7 hingga 10 orang.
Padahal, satu kelurahan setidaknya membutuhkan sekitar 18 hingga 20 personel.
Hal ini agar pembagian kerja dapat berjalan lebih optimal.***
Share this article
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano karno mengatakan bahwa penambahan personel Satpol PP akan dilakukan secara bertahap.