AYOJAKARTA.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara terkait isu personel Satpol PP DKI Jakarta yang perlunya penambahan personel.
Penambahan personel Satpol PP sebanyak 5.000 orang ini mendapat dukungan dari Rano Karno, namun dipastikan dilakukan secara bertahap.
Ia pun menyebutkan bahkan kerjaan dari Satpol PP memang terbilang ekstra.

"Maaf, saya tidak bilang kerjanya berlebihan, tapi memang agak ekstra. Tentu kesehatan menjadi prioritas ," katanya dikutip ayojakarta.com pada Minggu, 26 April 2026.
Lebih lanjut, Rano menyebutkan penambahan 5.000 personel Satpol PP merupakan hal yang wajar jika dibandingkan dengan
Dinas Penaggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang membutuhkan tambahan 11 ribu personel dengan pertimbangan luasan area dan jumlah penduduk yang harus dilayani.
Tidak hanya mempertimbangkan rasio luasan wilayah dan jumlah penduduk, Rano juga menyebut perluasan dan penambahan program Pemprov DKI Jakarta juga jadi pertimbangan.
Dicontohkannya, Pemprov DKI Jakarta telah memperluas cakupan layanan Transjakarta hingga Jabodetabek.

Perluasan rute layanan itu ditegaskan Rano membutuhkan tambahan personel Satpol PP untuk memastikan keamanan aset dan ketertiban jalur lintasan. Kemudian juga direncanakan membentuk unit Satpol PP Pariwisata.
Unit tersebut dikatakannya akan bertugas memastikan ketertiban umum di kawasan pariwisata seperti Kota Tua yang akan direvitalisasi dalam waktu dekat.
Meski sama-sama bertugas memastikan ketertiban umum, Satpol Pariwisata akan memiliki seragam yang berbeda dan mengedepankan pendekatan lebih humanis.
Selain itu, Rano juga menyoroti 35 personel Satpol PP yang meninggal dalam setahun lantaran akumulasi kondisi kesehatan di rentang waktu lmaa.
Sebagai solusi, Rano mengungkap kebutuhan pembangunan Markas Komando (Mako) Satpol PP yang memadai.
Menurut Rano, saat ini Mako Satpol PP di Jalan Kebon Sirih, sangat kecil dan tidak memadai.

"Sebetulnya sudah didesain dan dianggarkan, cuma terkena efisiensi. Makanya kemarin saya sempat bicara dengan Pak Gubernur, sepertinya kita harus evaluasi lagi masalah ini, apalagi Jakarta mau jadi Kota Global," tandasnya.
Sebagai informasi, Kepala Satpol PP DKI Jakarta dalam rapat bersama DPRD DKI Jakarta sempat membagikan beban kerja hingga fasilitas bagi personelnya yang dianggap kurang memadai.
Bahkan salah satu anggotanya ada yang harus bekerja hingga 38 jam, ia pun berharap adanya penambahan personel di Satpol PP DKI Jakarta.***