AYOJAKARTA.COM - Transjakarta semakin memperkuat komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan lintas wilayah sekaligus mempercepat transisi menuju energi hijau.
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan dan penyangga ibu kota.
Salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut terlihat dari operasional rute Transjabodetabek S61 yang menghubungkan Alam Sutera dan Blok M.
Memasuki satu tahun sejak diluncurkan, rute S61 ini terus menunjukkan pertumbuhan jumlah pelanggan dan menjadi tulang punggung mobilitas warga di wilayah penyangga Jakarta.

Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta, Fadly Hasan, menyatakan bahwa integrasi antarwilayah adalah kunci dalam pengembangan sistem transportasi masa depan.
Keberhasilan rute S61 ini, menurut Fadly, telah mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang aman, nyaman dan efisien melampaui batas administratif.
“Kami tidak lagi melihat batas wilayah sebagai sekat, melainkan peluang untuk terus membangun konektivitas yang andal bagi semua,” ujar Fadly.
Hingga awal 2026, Transjakarta mencatat volume pelanggan mencapai 1,4 juta perjalanan per hari.

Sementara itu, cakupan layanan telah menjangkau 92,4 persen wilayah Jakarta per Februari 2026.
Sepanjang tahun 2025, total pelanggan Transjakarta tercatat mencapai 413 juta orang.
Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2022.
Angka ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan publik terhadap layanan transportasi massal terus meningkat.
Selain memperluas layanan, Transjakarta juga memperkuat komitmennya dalam mendukung program transportasi ramah lingkungan.
Salah satu stategi jangka panjang yang dilakukan demi mewujudkan kota rendah emisi adalah penampahan 30 unit bus listrik baru pada tahun 2026.
30 bus listrik ini adalah karya nyata hasil rakitan dalam negeri yang ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Penambahan unit bus listrik ini tepat di Hari Angkutan Umum Nasional ini yang menggenapkan total armada bus listrik yang beroperasi menjadi 500 unit,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Fadly mengatakan bahwa upaya ini adalah peta jalan besar Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan target elektrifikasi armada yang ambisius.
Di mana, pada tahun 2027 ditargetkan 50 persen dari total armada Transjakarta berbasis listrik.
Adapun target di tahun 2030, yakni 100 persen atau hingga 10.047 elektrifikasi seluruh armada (Net Zero Emission).
Transjakarta pun mengajak masyarakat untuk terus beralih menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut Fadly, keberhasilan sistem transportasi tidak hanya bergantung pada sistem transportasi yang baik, tapi juga partisipasi aktif dari masyarakat.***