Metropolitan

Jakarta Menuju Top 50 Kota Global, Pramono Anung Ungkap Pencapaian 7 Bulan Emban Jabatan Jadi Gubernur

Oleh: Katarina Erlita Kamis 30 Apr 2026, 20:02 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Beri Kuliah Umum di Kyoto University. (Sumber: Instagram.com/@pramonoanungw)

AYOJAKARTA.COM - Jakarta kini tengah bersiap menjadi pusat perhatian dunia.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan posisi Top 50 Global City pada tahun 2030.

Visi besar ini bukan sekadar mimpi. Dalam tujuh bulan masa jabatannya, Jakarta telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Pencapaian Nyata di 7 Bulan Pertama

Pramono Anung mengungkapkan bahwa Jakarta berhasil naik peringkat dalam skala global.

Berdasarkan Kearney’s Global City Index, posisi Jakarta melompat dari peringkat 74 ke peringkat 71.

Kabar baik ini disampaikan Pramono saat mengisi kuliah umum di Kyoto University, Jepang, pada akhir April 2026.

Kenaikan ini menjadi bukti bahwa langkah transformasi yang dilakukan mulai membuahkan hasil.

"Dalam perjalanan dinas ke tiga negara, saya tutup dengan mengisi Kuliah Umum di Kyoto University," tulis Pramono Anung dalam postingan di media sosial Instagram yang diunggah pada Kamis, 30 April 2026.

"Baik mahasiswa/i Indonesia maupun internasional sangat antusias mempelajari perkembangan Jakarta menuju Top 50 Kota Global. Dalam 7 bulan kepemimpinan, Jakarta berhasil naik peringkat dari 74 ke 71 Kota Global (Kearney’s Global City Index)," sambungnya lagi.

"Bismillah, semoga Jakarta terus menunjukkan kemajuan yang signifikan," pungkasnya.

Diplomasi Kota ke Tiga Negara

Untuk mempercepat target masuk 50 besar dunia, Gubernur Pramono melakukan rangkaian kunjungan kerja maraton dari 22 hingga 28 April 2026.

Dia mengunjungi empat kota di tiga negara, yaitu Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.

Strategi ini disebut sebagai City Diplomacy untuk memperkuat jaringan internasional.

Di Shenzhen, Tiongkok, fokus utama adalah pengembangan transportasi. PT MRT Jakarta menandatangani kerja sama dengan Shenzhen Metro Group.

Jakarta ingin belajar membangun integrasi transportasi dan kawasan berorientasi transit (TOD).

Sebagai perbandingan, Shenzhen telah memiliki 635 kilometer lini metro, sedangkan Jakarta baru memiliki 16 kilometer.

Fokus Kesehatan dan Pariwisata

Selain transportasi, sektor kesehatan menjadi prioritas utama. Di Seoul, Gubernur meninjau Seoul Boramae Medical Center dan Healing Breeze Clinic.

Kunjungan ini menjadi tolok ukur bagi rencana pengembangan RS Sumber Waras di Jakarta agar memiliki pelayanan standar internasional.

Jakarta juga resmi menjalin hubungan sister city dengan Jeju, Korea Selatan.

Kerja sama ini akan fokus pada pengembangan pariwisata, ekonomi digital, serta penguatan budaya populer.

Sementara itu, di Toky, Pramono bertemu dengan Gubernur Tokyo untuk membahas solusi tantangan perkotaan di Asia.

Meningkatkan Kualitas Hidup Warga

Pengamat tata kota menilai langkah diplomasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

Target global ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi dan wisatawan.

Salah satu target besarnya adalah mencapai 50 persen penggunaan transportasi publik di Jakarta.

Pramono Anung optimis bahwa dengan kolaborasi internasional yang kuat, Jakarta akan terus menunjukkan kemajuan signifikan menuju kota global yang berkelanjutan.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita