AYOJAKARTA.COM - Jalan Rasuna Said di Jakarta kini mengalami transformasi besar-besaran setelah pembongkaran tiang-tiang monorel yang sudah mangkrak selama 22 tahun.
Proyek monorel yang dimulai sejak 2004 ini terhenti dan meninggalkan deretan tiang beton yang memakan ruang kota.
Namun, dengan dimulainya pembongkaran pada Januari 2026, kawasan ini mulai berubah menjadi ruang kota yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.
Pembongkaran tiang monorel dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung.
Proses ini akan resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 22 Juni 2026.
Selain itu, Pramono juga menyelesaikan masalah-masalah lain yang tertunda, seperti proyek Rumah Sakit Sumber Waras dan pembangunan fasilitas di sekitar Jakarta Internasional Stadium (JIS).
Setelah tiang-tiang monorel dibongkar, penataan ulang kawasan Rasuna Said menjadi fokus utama.
Bina Marga DKI Jakarta mengungkapkan bahwa mereka sedang melakukan perbaikan jalan dan infrastruktur lainnya. Di antaranya adalah perbaikan trotoar, saluran air, dan jalur sepeda.
Salah satu konsep yang diterapkan adalah Complete Street, yang mengutamakan kenyamanan dan aksesibilitas bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Penataan kawasan ini juga bertujuan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih estetis dan fungsional.
Fasilitas-fasilitas seperti trotoar yang nyaman, penerangan jalan umum, dan saluran drainase yang tertata akan meningkatkan kenyamanan bagi pejalan kaki dan pengendara.
Selain itu, penataan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai kawasan Rasuna Said sebagai pusat bisnis dan mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan adanya konsep baru ini, kawasan Rasuna Said tidak hanya akan bebas dari tiang beton monorel, tetapi juga akan menjadi tempat yang lebih hidup dan menyenangkan bagi masyarakat.
Proyek ini menunjukkan bagaimana Jakarta berupaya mewujudkan kota yang lebih baik melalui penataan ruang publik yang lebih modern dan terintegrasi.***