AYOJAKARTA.COM – Penempatan area Kampung Betawi di ajang Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 tengah menjadi sorotan hangat netizen di media sosial. Banyak pihak menyayangkan lokasi area kebudayaan tersebut yang dinilai kurang strategis dan sepi pengunjung,.
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak terlibat langsung dalam menentukan titik lokasi bagi para penyewa (tenant) maupun zona khusus seperti Kampung Betawi di kawasan JIExpo Kemayoran.

"Untuk Kampung Betawi di PRJ, terus terang bukan Pemerintah DKI Jakarta yang memutuskan. Ini sepenuhnya kerja sama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan manajemen yang memang bertanggung jawab untuk pelaksanaan PRJ, dan merekalah yang memutuskan," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.
Pramono menjelaskan bahwa posisi Pemprov DKI dalam gelaran tahunan ini adalah sebagai mitra penyelenggara.
Namun, untuk urusan teknis di lapangan, termasuk penempatan area pameran dan penentuan harga tiket yang sempat dikritik publik, sepenuhnya merupakan kewenangan pihak manajemen PRJ.
"Kami terus terang tidak pernah terlibat dalam menentukan tiket harganya berapa yang kemarin dikritik, termasuk untuk Kampung Betawi dan sebagainya," tambahnya.

Berdasarkan pantauan di media sosial, Kampung Betawi tahun ini berlokasi di sebelah kanan Pintu F Gambir Expo. Area ini merupakan pusat bagi kuliner tradisional, produk UMKM, hingga panggung kesenian khas Betawi yang bertujuan memperkuat identitas budaya Jakarta.
Namun, sejumlah pengunjung menilai lokasi tersebut membuat Kampung Betawi kurang mendapat eksposur jika dibandingkan dengan gerai merek-merek besar di area utama. Aktivitas jual beli di sana pun terlihat belum seramai titik-titik utama lainnya di Jakarta Fair.
Pihak netizen berharap ke depannya area yang menampilkan identitas asli Jakarta ini bisa ditempatkan di lokasi yang lebih mudah diakses agar mendapat perhatian lebih besar dari jutaan pengunjung yang memadati PRJ.***