Metropolitan

Selain Pengelolaan Sampah, Komisi D DPRD DKI Jakarta Soroti Pembangunan Infrastruktur hingga Tata Ruang: Ketika Dianggarkan Program Tidak Terhambat

Oleh: Jinan Vania Barizky
Pengelolaan sampah di DKI Jakarta (Sumber: beritajakarta.id | Foto: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Persoalan mengenai pengelolaan sampah, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike ingatkan pentingnya perencanaan yang matang.

Hal ini agar anggaran yang telah digelontorkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Kami berharap ketika program dianggarkan, persoalan lahannya sudah cukup jelas sehingga pelaksanaannya tidak terhambat," ujarnya, Jumat (19/6).

Dalam rapat pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) bersama Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata), serta Dinas Lingkungan Hidup (LH) bukan hanya pengelolaan sampah, Yuke pun menyinggung persoalan mengenai tata ruang hingga pembangunan infrastruktur.

Pada sektor infrastruktur, Komisi D menyampaikan sejumlah proyek jalan penghubung (missing link) belum terealisasi akibat kendala pembebasan lahan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anggaran yang telah disiapkan tidak dapat terserap.

"Kami berharap ketika program dianggarkan, persoalan lahannya sudah cukup jelas sehingga pelaksanaannya tidak terhambat," ujarnya, Jumat (19/6).

Selain itu, Komisi D juga mendorong Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) memperkuat sistem pengawasan tata ruang dan perizinan yang terintegrasi agar pelanggaran dapat terdeteksi lebih cepat dan pengawasan menjadi lebih efektif.

Di bidang lingkungan hidup, Yuke menilai, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta.

Terlebih menyoal penegakan aturan juga perlu diperkuat karena sanksi yang selama ini berlaku belum memberikan efek jera.

Dikatakan Yuke, penerapan retribusi sampah dapat menjadi salah satu opsi di masa mendatang dengan disertai mekanisme penghargaan bagi pihak yang telah menjalankan pengelolaan sampah dengan baik. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat diterapkan setelah sistem pengelolaan sampah berjalan lebih baik.

Di sisi lain, upaya pengurangan sampah juga perlu difokuskan terlebih dahulu pada sektor perkantoran, hotel, restoran, dan kafe (Horeka), sementara di tingkat rumah tangga dilakukan melalui pendekatan RT/RW, komunitas, serta edukasi berkelanjutan.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky