Metropolitan

Gubernur Pramono Gandeng Swasta Siapkan Pembangunan WtE, Sulap Sampah di Jakarta jadi Listrik di 3 Lokasi Ini

Oleh: Desi Kris
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terus mempercepat upaya penanganan persoalan sampah melalui pengembangan teknologi Waste to Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Untuk menggarap proyek ini, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng sektor swasta sebagai mitra strategis.

Menurutnya, kerja sama dengan pihak swasta diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengolahan sampah modern sekaligus mengurangi beban TPST Bantargebang yang selama ini menjadi lokasi utama pembuangan sampah dari Jakarta.

Proyek WtE ini dipersiapkan Pramono di tiga lokasi di Jakarta yaitu Sunter, Tanjungan, dan Bantargebang.

Pram mengatakan, bahwa tiga lokasi tersebut berpoteni memiliki sampah hingga 7.500 ton per hari dengan masing-masing wilayah sekitar 2.500 ton per hari.

Ia menyebut bahwa rencana proyek sampah jadi listrik ini sudah disetujui oleh pemerintah pusat.

"Waste to energy di Jakarta sekarang ini yang sudah ada persetujuan dengan pemerintah pusat ada tiga. Satu di Sunter, satu di Tunjungan, dan satu di Bantargebang," ujar Pramono.

Sedangkan untuk fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Jakarta juga sudah memiliki di dua lokasi yaitu Rorotan dan Bantargebang.

"Kalau kemudian operasi pembangkit listrik tenaga sampah ini sudah jalan, maka sampah betul-betul tertangani dengan sendirinya," katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan tiga proyek MtE ini tidak akan menggunakan dana APBD maupun dana hasil penerbitan obligasi.

Pram ingin membuka proyek ini dengan menggandeng pihak swasta.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris