Metropolitan

Tingkat Pengangguran di Jakarta Alami Penurunan 3 Tahun Terakhir tapi Jam Kerja Penduduk Makin Turun, Apa Penyebabnya? Cek Fakta Datanya

Oleh: Nadya Donna Putri Selasa 08 Okt 2024, 14:41 WIB
Berdasarkan data terbaru dari BPS, tingkat pengangguran terbuka dari Februari 2021 hingga 2024 mengalami penurunan.

AYOJAKARTA.COM -- BPS telah melakukan pendataan keadaan ketenagakerjaan Jakarta dan ada  jam kerja penduduknya selama 3 tahun.

Sekadar informasi, periode 3 tahun ini adalah sejak masih masa pandemi di tahun 2021 hingga sekarang tahun 2024. Bagaimanakah hasilnya?

Berikut penjelasannya dikutip dari situs jakarta.bps.go.id dan web-api.bps.go.id pada Selasa, 8 Oktober 2024:

Baca Juga: Naik Private Jet ke Amerika ketika Banyak Pengangguran, Ubedilah Badrun Minta KPK Segera Periksa Kaesang!

Keadaan ketenagakerjaan Jakarta terdiri dari tingkat pengangguran terbuka dan jam kerja penduduk bekerja.

Berdasarkan data terbaru dari BPS, tingkat pengangguran terbuka dari Februari 2021 hingga 2024 mengalami penurunan.

Pada tahun 2021, jumlah tingkat pengangguran terbuka di Jakarta adalah sebanyak 8,51 persen.

Pada tahun 2022, mengalami penurunan ke angka 8 persen atau 8,00 persen.

Baca Juga: Jangan Sampai Kuliah Tahunan Lulus Hanya Nambah Pengangguran! Ini 8 Jurusan Kuliah yang Tidak Terganti Kecerdasan Buatan

Tahun 2023, jumlah tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun lagi ke angka 7,57 persen.

Tahun 2024 ini turun jauh sekitar 1,54 persen ke angka 6,03 persen apabila dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara jam kerja penduduk bekerja penuh menurun di tahun 2024 ini. Tahun 2021 tercatat 77,88 persen sedangkan di 2022 tercatat 82,35 persen.

Tahun 2023 jam kerja penduduk bekerja penuh waktu turun sedikit ke angka 82,09 persen. Pada tahun 2024 ini turun tajam ke angka 79,07%.

Baca Juga: 10 Ide Usaha yang Cocok untuk Pengangguran dan Bisa Menggunakan Internet

Sehingga pekerja penuh yang juga termasuk sementara tidak bekerja dengan waktu lebih dari sama dengan 35 jam per minggu, ada 4,04 juta orang atau sekitar 79,07%.

Sementara untuk pekerja tidak penuh seperti pengangguran dan part time, ada 1,07 juta orang atau 20,93 persen.

Pekerja tidak penuh di tahun 2021 ada 6,16% setengah pengangguran dan 15,96% pekerja paruh waktu.

Baca Juga: Universitas yang Tekan Angka Pengangguran di Indonesia, Lulusan Cepat dapat Kerja Versi QS GER 2022

Pekerja tidak penuh di tahun 2022 ada 4,19% setengah pengangguran dan 13,46% pekerja paruh waktu.

Pekerja tidak penuh di tahun 2023 ada 2,73% setengah pengangguran dan 15,18% pekerja paruh waktu.

Pada tahun 2024, pekerja tidak penuh ada 4,94% setengah pengangguran dan 15,99% pekerja paruh waktu.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil