AYOJAKARTA.COM – Berawal dari menggunakan private jet hingga membeli roti seharga Rp 400 ribu, banyak pihak yang meminta agar Kaesang Pangarep diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pasalnya, banyak pihak yang menduga bahwa Kaesang Pangarep terlibat dalam dugaan gratifikasi.
Banyak pihak hingga masyarakat yang kini berharap agar KPK bisa segera menindak dugaan gratifikasi tersebut.
Aktivis sekaligus Akademisi Sosiolog Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun atau Kang Ubed menyayangkan Kaesang sebagai anak pejabat negara memamerkan gaya hidup mewah di saat banyak generasi Z yang menganggur.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui bahwa jumlah generasi Z yang menganggur ada sebanyak 9,89 juta.
“Datanya resmi dari BPS itu ada 9,89 juta gen Z itu menganggur. Jadi bayangkan, susah kerjaan tapi putra presiden dengan gayanya menggunakan private jet ke Amerika, makan roti dengan harga Rp 400 ribuan, belanja yang lain juga luar biasa barang-barang bermerek dan seterusnya,” kata Kang Ubed dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Jumat (13/9/2024).
Kang Ubed menilai seharusnya ini menjadi momen yang tepat untuk KPK segera memeriksa Kaesang.
Sebab, pada tahun sebelumnya KPK tengah gencar menelusuri keluarga pejabat negara yang flexing.
Ia pun menyinggung kasus Kepala Bea Cukai Makassar, Andi Pramono, yang kini dipenjara buntut anak-anak dan istrinya flexing.
“Misal kasus di Makassar, Andi Pramono, itu kan awalnya flexing anak-anaknya, istrinya, lalu KPK telusuri itu langsung, oh ternyata dia ayahnya Kepala Bea Cukai Makassar, kekayaannya miliaran, ditanyakan sama KPK darimana uang ini, ditelusuri ternyata dari 2012 ditemukan ada gratifikasi,” singgungnya.
Baca Juga: Terdaftar sebagai Penerima PIP Namun Dana Belum Cair? Bisa Jadi karena Kamu Pernah Lakukan Hal Ini
Kang Ubed melihat, dengan flexing yang ditampilkan keluarga Andi Pramono KPK langsung gencar.
Sementara, flexing yang dilakukan oleh Kaesang lebih dari yang dilakukan oleh keluarga Andi Pramono.
Kang Ubed menerangkan dengan flexing tersebut seharusnya KPK lebih bersemangat untuk menelusuri Kaesang.
Selain itu, ia juga menuturkan bahwa KPK penting untuk menempatkan diri sebagai lembaga yang tidak tebang pilih.
“Nah terhadap flexing yang semacam itu KPK begitu nafsu menelusuri, jauh-jauh lagi. Tapi terhadap ini yang flexingnya jauh lebih parah menurut saya karena miliaran itu, harusnya KPK semangat dong, panggil aja yang bersangkutan. Kenapa takut KPK itu? Kan itu penting KPK untuk menempatkan bahwa KPK tidak tebang pilih,” tutupnya.***

Share this article
Pamer gunakan private jet hingga membeli roti Rp400 ribu ketika masyarakat Indonesia banyak pengangguran, Ubedilah Badrun minta KPK...