Metropolitan

Tanggapi Masalah Pekerjaan untuk Perempuan di Debat Pilgub Jakarta 2024, Pramono Anung: Turunkan Syarat

Oleh: Nadya Donna Putri Selasa 08 Okt 2024, 12:59 WIB
Setelah Ridwan Kamil memberikan jawaban, Pramono Anung menanggapi kalau ia akan menurunkan syarat batas pendidikan untuk melamar kerja.

AYOJAKARTA.COM -- Debat Pilgub Jakarta 2024 pertama kali ada 6 sesi. Salah satu sesinya adalah menjawab pertanyaan dari amplop.

Selain menjawab pertanyaan, pasangan calon lainnya dibolehkan untuk menanggapi jawaban tersebut.

Ridwan Kamil sebelumnya menjawab soal tentang masalah pekerjaan untuk perempuan Jakarta.

Baca Juga: Kinerjanya Pimpin Kota Bandung Disinggung saat Debat Pilgub Jakarta, Ridwan Kamil Ngaku Tak Baper: Itu Fakta

Setelah Ridwan Kamil memberikan jawaban, Pramono Anung menanggapi kalau ia akan menurunkan syarat batas pendidikan untuk melamar kerja.

Berikut penjelasannya dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Selasa, 8 Oktober 2024:

Pramono Anung pertama menjelaskan kalau ia mempunyai program untuk mengadakan job fair di kecamatan 3 bulan sekali.

“Secara konkrit, kami (Pramono-Rano) akan mengadakan job fair untuk 3 bulan sekali di kantor kecamatan,” ujarnya.

Baca Juga: Debat Pilgub Jakarta 2024: Terima Keluhan dari Gen Z, Ridwan Kamil-Suswono akan Gratiskan Hal Ini!

Pramono Anung menyebutkan kalau kantor kecamatan nantinya juga berfungsi untuk balai pelatihan kerja bagi wanita.

“Tugas kantor kecamatan juga sekaligus menjadi balai latihan kerja, terutama bagi wanita,” lanjutnya.

Soal persyaratan umum melamar kerja yang minimal SLTA (SMA), akan diubah Pramono jadi SD.

“PPSU (Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) saat ini syaratnya adalah SLTA, akan kita (Pramono-Rano) potong menjadi SD,” ungkapnya.

Baca Juga: Visi Misi Pramono Anung dan Rano Karno di Debat Perdana Pilgub Jakarta 2024, Sebut Ingin Benyamin S Word, Apa Itu?

Hal ini karena cukup dengan keterampilan membaca dan menulis saja. Selain itu menurutnya kebanyakan perempuan bersekolah tidak sampai di pendidikan SMA.

“Paling penting adalah bisa membaca dan menulis. Karena menjadi persoalan bagi wanita/perempuan, mereka rata-rata lulusannya di bawah SLTA,” jelasnya.

Sehingga, tugas pemerintah provinsi Jakarta untuk melindungi mereka supaya bisa bekerja sesuai kemampuannya.

Baca Juga: Debat Perdana Pilgub Jakarta 2024, RK-Suswono, Dharma-Kun, Pramono-Rano Siap Adu Gagasan, Pengamat: Jangan Lupa Gimik!

“Tugas provinsi Jakarta melindungi mereka supaya mereka bisa kerja dengan keterampilan yang dimiliki dan minimal punya penghasilan setara UMR,” akhirnya.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil