AYOJAKARTA.COM – Calon gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil buka suara terkait kinerjanya yang sempat disinggung dalam debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.
Ridwan Kamil mengaku sama sekali tak baper ketika kinerjanya memimpin Kota Bandung disinggung dalam debat Pilgub Jakarta.
Dalam debat Pilgub Jakarta yang dilaksanakan pada Minggu (6/10/2024), calon gubernur nomor urut 3 yakni Pramono Anung sempat menyinggung kinerja Ridwan Kamil ketika masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Salah satu kinerja yang disinggung Pramono Anung adalah perhatian terhadap kelompok disabilitas.
Baca Juga: Debat Pilgub Jakarta 2024: Terima Keluhan dari Gen Z, Ridwan Kamil-Suswono akan Gratiskan Hal Ini!
Menurut Ridwan Kamil, selama dirinya bekerja di Kota Bandung tentu ada banyak sekali catatan.
Terlebih, dirinya sudah memimpin Kota Bandung selama dua periode, sudah pasti ada catatan kinerja yang dinilai kurang memuaskan.
Dirinya pun membenarkan dari banyaknya permasalahan yang diselesaikan, masih ada yang belum terselesaikan.
“Oh nggak, itu fakta. Banyak kerja, banyak catatan. Sedikit kerja, sedikit catatan. Tidak ada kerja, tidak ada catatan. Karena saya sudah 10 tahun bekerja pasti ada catatan,” kata Ridwan Kamil dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, Senin (7/10/2024).
Meski begitu, Ridwan menegaskan bahwa tal ada pemimpin sempurna.
Menurutnya, jika ingin adil dirinya bisa saja membeberkan pencapaian selama menjabat di Kota Bandung.
Akan tetapi, Ridwan berujar bahwa tak ada pemimpin yang sempurna, sudah pasti ada kurangnya.
“Tapi tidak ada yang sempurna. Kalau mau adil saya beberkan pencapaian, tapi kan nobody perfect, pasti ada kurangnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ridwan tak mau memperpanjang masalah kinerjanya yang dibahas dalam debat.
Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf jika selama memimpin Kota Bandung dirinya masih belum sempurna.
“Dengan kerendahan hati saya minta maaf kalau masih dianggap kurang. Saya kira itulah kehidupan,” tutupnya.***

Share this article
Ridwan Kamil mengaku tak baper saat kinerjanya dalam memimpin Kota Bandung disinggung dalam debat Pilgub Jakarta.