Metropolitan

Pernah Menjadi Lokasi Eksekusi Hukuman Mati, Inilah Sejarah Ancol yang Kini Menjadi Ikon Kota Jakarta!

Oleh: Karseno AJ Selasa 01 Jul 2025, 14:13 WIB
Pernah Menjadi Lokasi Eksekusi Hukuman Mati, Ternyata inilah Sejarah Ancol yang Kini Menjadi Ikon Kota Jakarta

AYOJAKARTA.COM – Bagi masyarakat Indonesia, nama Ancol yang terletak di kawasan Utara kota Jakarta merupakan salah satu ikon tempat rekreasi.

Selain menawarkan beragam wahana permainan dan budaya populis, Ancol juga selalu menjadi daya tarik dan destinasi wisata saat berada di Jakarta.

Dikenal karena menyediakan fasilitas bagi pengunjung untuk merasakan fantasi, Ancol juga menyimpan sederet fakta yang turut mengawal sejarah kota Jakarta.

Baca Juga: BRI Lakukan Transformasi Menyeluruh: Inovasi Digital, Pemberdayaan SDM, dan Penguatan Layanan Nasabah

Fakta perdana tentang Ancol adalah berasal dari bahasa Sunda Kuno yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti muara berukuran kecil.

Menjadi tempat bertemunya air sungai dan laut, kawasan ini dulunya merupakan rawa dan tumbuhnya tanaman Bakau.

Di masa revolusi fisik, VOC dibawah Gubernur JP Coen menyulap kawasan ini menjadi salah satu jalur laut dan salah satu pusat pertahanan.

Saat Jepang menjajah Indonesia, kawasan peninggalan VOC diubah menjadi lokasi pertemuan para petinggi militer sekaligus lokasi eksekusi hukuman mati.

Memasuki masa kemerdekaan, kawasan Ancol yang sedianya akan dijadikan sebagai Pusat Industri Nasional digagas ulang oleh Presiden Soekarno sebagai Pusat Hiburan.

Bersama dengan Gubernur Ali Sadikin, kota Jakarta mulai merancang pembuatan Taman Impian Jaya Ancol dan tuntas pada tahun 1968.

Baca Juga: Nominal Berbeda! Bansos Penebalan Sudah Mulai Disalurkan, Ternyata Ini Penyebab KPM PKH dan BPNT Dapat Bantuan Berbeda!

Selain menyediakan fasilitas berupa Drive-In atau pertunjukan Bioskop Mobil, kawasan ini juga menyediakan kasino yang saat itu masih dilegalkan.

Menjadi pusat lahirnya aliran seni lukis pop art dan surealis, kawasan Ancol semakin dikenal setelah Dunia Fantasi diresmikan pada tahun 1985 sebagai daya tarik wisata.

Dengan mengusung konsep dunia hiburan bertaraf internasional, kehadiran Dufan menjadi ikon kebanggaan bagi warga Jakarta.

Tidak berhenti sebagai pusat hiburan dan permainan dengan dukungan teknologi canggih, kehadiran Seaworld juga semakin membuat nama Ancol memiliki daya tarik.

Mengadaptasi konsep terowongan bawah laut, pengunjung dapat menikmati pemandangan dan suasana laut dengan aneka fauna air.

Ditambah dengan spoiler yang hadir lewat sejumlah tayangan televisi atau film bioskop, lokasi hiburan ini semakin banyak dikenal oleh masyarakat.

Baca Juga: HP Murah Rasa Mahal? Ini Kelebihan dan Kekurangan Infinix Smart 10 Plus: Tahan Banting, Baterai Jumbo, Tapi...

Sejalan dengan perkembangan zaman, popularitas yang melekat pada Ancol pada awal tahun 2000 mulai mengalami penurunan bahkan menjadi kurang diminati.

Kondisi air laut kotor dan jenis wahana yang itu-itu aja, akses transportasi sulit dan harga tiket membuat Ancol kalah bersaing dengan berbagai lokasi wisata baru.

Usai pandemi menghantui dunia, di tahun 2023 Ancol mulai bangkit dan berhasil menjadi salah satu lokasi balap mobil listrik jenis formula atau E-Prix di Asia Tenggara. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky