Metropolitan

Pilkada Jakarta 2024 Memanas: Ridwan Kamil, Pramono Anung, dan Dharma Pongrekun Tebar Janji Manis, Warga Siap Tagih Bukti Nyata

Oleh: Nuriyah Nofasari Senin 30 Sep 2024, 13:58 WIB
Pengamat Politik, Adi Prayitno mengatakan bahwa masyarakat Jakarta hanya ingin melihat usaha dan keseriusan dari kerja gubernur Jakarta nanti.

AYOJAKARTA.COM – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau pemilihan gubernur (Pilgub) serentak akan dimulai dalam waktu dekat. Kini, Pilkada Jakarta 2024 sudah sampai di tahap kampanye terbuka.

Kampanye terbuka pilkada Jakarta 2024 sudah dimulai sejak 25 September dan akan berakhir pada 23 November 2024.

Pada masa kampanye terbuka seperti sekarang ini, ketiga paslon Pilkada Jakarta 2024 yakni Ridwan Kamil (RK) dengan pasangannya yakni Suswono, Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana serta Pramono Anung-Rano Karno, atau yang akrab disapa Bang Doel, telah memberikan janji-janji manis politik.

Seperti diucapkan oleh Ridwan Kamil-Suswono yang berjanji Jakarta akan menjadi kota wisata bertaraf global sampai menjamin hidup warga Jakarta akan bahagia.

Baca Juga: 3 Paslon Nyatakan Optimisme, Pengamat Politik Ungkap 4 Instrumen untuk Menang Satu Putaran di Pilkada Jakarta

Paslon Dharma Pongrekun dan Kun Wardana berjanji akan menggratiskan Jakarta International Stadium (JIS) buat Persija ketika berlaga.

Paslon Pramono Anung-Rano Karno berjanji akan membentuk "satu kampung satu sarjana".

Diketahui, Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 27 November 2024.

Pengamat Politik, Adi Prayitno mengatakan bahwa masyarakat Jakarta hanya ingin melihat usaha dan keseriusan dari kerja gubernur Jakarta nanti.

“Orang itu hanya ingin melihat apa usaha secara konkret dan serius yang ingin dilakukan oleh Gubernur” ucap Adi Prayitno, dikutip dari YouTube tvOneNews pada Senin, 30 September 2024.

Ia menegaskan warga Jakarta hanya ingin melihat bukti nyata yang dilakukan oleh gubernurnya bukan hanya asyik dengan dirinya sendiri setelah jadi gubernur nanti.

Baca Juga: Meski Hasil Survei Elektabilitas Pasangan Rido Tertinggi di Pilkada Jakarta, Direktur Poltracking Indonesia: Belum Tentu Menang

“Orang Jakarta itu hanya ingin lihat apa yang secara maksimal dilakukan oleh gubernurnya. Bukan dia hanya selfish dan asik dengan dirinya setelah jadi gubernur memoles untuk menjadi pemimpin the next presiden” kata Adi.

Adi juga menyarankan kepada warga Jakarta jika nanti ada cagub dan cawagub yang menyampaikan janji-janji politiknya untuk bertanya kepada cagub dan cawagub tersebut ‘apakah bisa menepati janji tersebut?’.

“Makanya Warga Jakarta kalau ada calon ngomong canggih-canggih apa kontrak politiknya tanya ke mereka, ‘bisa tidak kalau janji politiknya ini tidak dipenuhi, bapak bisa mundur nanti” kata Adi Prayitno.

Pengamat politik tersebut mengatakan warga Jakarta lebih ke bertanya ‘bagaimana cara menagih tanggung jawab dari janji-janji politik tersebut’. Apalagi warga Jakarta selalu dianggap merupakan pemilih yang rasional.

Baca Juga: Pasangan Ridwan Kamil-Suswono Menempati Urutan Pertama Survei Elektabilitas, Benarkah Kutukan Pilkada Jakarta Masih Berlanjut di 2024?

“Cuman kan orang bertanya, ‘bagaimana cara mengimplementasi dan menagih tanggung jawab itu?’. Jadi semua janji-janji manis yang diberikan oleh calon itu di antara tiga itu, menurut saya paling terukur ini yang kemudian menjadi penting,” ucapnya.

“Karena kita selalu menganggap Jakarta itu adalah pemilih rasional, ‘bagaimana cara mengukur visi misi?’. ‘Bagaimana cara meminta pertanggungjawabannya supaya ini bukan hanya sebatas janji surga, setelah terpilih tidak berbuat apa-apa,’ kan itu yang paling penting,” sambungnya.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Tedi Rukmana