Metropolitan

Si Doel Rano Karno Ungkap Solusi Atasi Banjir Jakarta, Bakal Lebih Hebat dari Ide Ahok dan Anies Baswedan?

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Psangan Cagub Cawagub DKI Jakarta 2024, Pramono Anung dan Rano Karno

AYOJAKARTA.COM - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024 Rano Karno memberikan pandangan tajam mengenai solusi untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Jakarta.

Menurut Rano Karno, solusi banjir Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur seperti Banjir Kanal Timur (BKT) atau Banjir Kanal Barat (BKB).

Apakah idenya lebih hebat dari Anies Baswedan dan Ahok, dua gubernur Jakarta sebelumnya?

Rano Karno menegaskan, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif yang melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan wilayah penyangga.

Baca Juga: Catat 19 Instansi Sudah Umumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2024, Cek Instansi Mana Saja?

"Jakarta tidak bisa menyelesaikan masalah banjir sendirian. Itu harus bersama-sama dengan wilayah lain. Banjir Kanal Timur dan Barat memang penting, tapi tidak cukup. Pembangunan waduk di Ciawi, misalnya, itu bukan tanggung jawab Jakarta sendiri. Itu butuh kerja sama PUPR, APBD DKI, serta kabupaten-kota sekitarnya," kata Rano Karno dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (17/9/2024). 

Rano juga menyoroti pentingnya koordinasi antar wilayah dalam penanganan banjir. "Banjir itu masalah kompleks. Tidak bisa dilihat hanya dari infrastruktur di dalam Jakarta.

Harus ada kolaborasi lintas wilayah seperti yang diatur dalam Undang-Undang Jabodetabekjur. Pembangunan waduk di wilayah luar Jakarta seperti Ciawi menjadi bukti betapa pentingnya sinergi," tambahnya.

Selain soal infrastruktur, Rano juga menekankan perlunya pendekatan yang lebih humanis dalam menanggapi aspirasi masyarakat, terutama terkait fasilitas publik.

Baca Juga: Hina Presiden Terpilih, Prabowo Subianto! Akankah Huru-Hara Akun Fufufafa akan Berakhir? Ini Kata Rocky Gerung

Dia mencontohkan bagaimana banyak sekolah, PAUD, dan fasilitas sosial lain yang letaknya jauh dari pemukiman warga.

"Misalnya di Jakarta Barat, banjir memang jadi lawan utama. Tapi, warga juga butuh sekolah yang dekat. Banyak anak-anak harus bersekolah di tempat yang jauh. Ini juga harus diperhatikan dalam musyawarah pembangunan daerah," ujar Rano.

Ia juga mengkritik ketidakseimbangan antara kebutuhan warga dengan pembangunan infrastruktur publik.

"Tidak mungkin kita bangun sekolah besar dengan jumlah murid hanya 30 orang. Harus ada perencanaan yang matang dan sesuai standar. Musrenbang itu penting, karena dari situ aspirasi masyarakat bisa disampaikan langsung ke pemerintah," tegasnya.

Rano pun menyebutkan pentingnya memperkuat kebudayaan sebagai salah satu solusi yang berdampak jangka panjang. Dia menyoroti pentingnya pembangunan fasilitas-fasilitas sosial seperti balai rakyat yang bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat.

"Balaibala rakyat itu penting untuk memperkuat kebudayaan. Anak-anak latihan silat, menari, tapi tempatnya enggak ada. Ini yang kita harus perhatikan. Kebudayaan lokal juga bisa jadi bagian solusi masalah sosial, termasuk banjir," jelasnya.

Rano Karno menyimpulkan bahwa penanganan banjir di Jakarta memerlukan solusi yang menyeluruh dan tidak bisa hanya bergantung pada satu sektor.

Kerja sama lintas instansi, perhatian terhadap infrastruktur sosial, dan pengembangan kebudayaan lokal menjadi langkah-langkah penting yang harus segera dilakukan pemerintah untuk memastikan ibu kota bebas dari banjir.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Desi Kris