Metropolitan

Pilkada Jakarta 2024 Sebentar Lagi! Dari Ketiga Paslon Mana yang Bisa Mengambil Hati Warga Khususnya Jakmania? Ini Jawaban Pakar Komunikasi Politik

Oleh: Nuriyah Nofasari Senin 09 Sep 2024, 17:39 WIB
Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali

AYOJAKARTA.COM - Pemilihan kepala daerah atau Pilkada di Jakarta 2024 akan dimulai dalam waktu dekat.

Diketahui, Pilkada Jakarta 2024 ini diikuti oleh tiga pasang calon (paslon) yakni Ridwan Kamil (RK)-Suswono, Dharma Pongrekun- Kun Wardhana serta yang ketiga Pramono Anung- Rano Karno.

Pasangan Dharma Pongrekun- Kun Wardhana merupakan calon independen yang maju ke Pilkada Jakarta 2024 tanpa diusung oleh partai manapun.

Sedangkan, Ridwan Kamil (RK)-Suswono diusung oleh partai-partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Baca Juga: Viral! Oknum Mahasiswa Hukum Unsoed Diduga Terlibat Praktik Perdagangan Orang, Istri Bongkar Aib Korban: Gak Cuma Doyan KDRT

Pramono Anung dan Rano Karno merupakan paslon yang diusung oleh partai berlambang kepala banteng yakni PDIP.

Lalu, dari ketiga pasangan tersebut, paslon mana yang bisa mengambil hati warga Jakarta dan The Jakmania?

Menurut Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali sepak bola dengan politik hubungannya sangat ketat atau akrab.

“Kabar buruk bagi orang yang ingin datang ke sepak bola terkait dengan apa namanya catatan-catatan lama di politik itu adalah sepak bola dengan politik itu ketat sekali hubungannya” ucap Effendi Gazali dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Senin (9/9/2024). 

Baca Juga: Viral! Nyoman Sukena Terancam Penjara 5 Tahun Akibat Pelihara Landak Jawa, Netizen Bandingkan dengan Kasus Timah

Ia mengatakan bahwa yang menarik adalah cagub Ridwan Kamil yang membahas langsung terkait Persija di KPUD.

“Pertanyaan penting tadi adalah Kenapa juga ya bang Ridwan Kamil, Bang Emil Ini pertama kali waktu tampil di KPUD itu ngebahas soal Persija loh ya satu-satunya yang membahas soal Persija langsung ya atau langsung begitu kan menjadi hal yang menarik” ujar  Effendi Gazali.

Namun, hal tersebut menurut Effendi masih bisa diperbaiki, dibicarakan dan dilakukan pendekatan.

“Tapi poin selanjutnya adalah hal itu tentu bisa diperbaiki dengan pendekatan dan sebagainya” katanya.

“Cuma memang pada bagian yang paling ujung yang agak penting nih Saya pikir bagi Jakmania atau di siapapun misalnya apa betul seseorang itu pernah menonton Jakmania misal Persija misalnya sebelum anda maju Pilkada berlaku bagi semua, berlaku bagi semua loh tidak hanya berlaku bagi yang sekarang loh, Pak Anies dulu misalnya ya kan sebelum anda maju Pilkada pernah nonton Persija enggak gitu” katanya.

Kemudian, masalah selanjutnya, JIS tersebut pernah dijanjikan untuk Persija namun apakah pada saat pembangunan pernah mengajak Persija?

“Misalnya JIS itu kan luar biasa megah pernah dijanjikan untuk Persija gitu ya belanja masalah tapi waktu bangun ngajak persija enggak untuk diskusikan karena itu sesuatu yang lain loh kita tahu ada kelemahan-kelemahan” ujarnya.

Baca Juga: 200 Formasi BAWASLU Masih 0 Pelamar Padahal Tersisa 2 Hari Lagi Pendaftaran CPNS 2024 Ditutup, Cek Daftarnya

Menurut pakar komunikasi politik tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu masalah-masalah yang sudah terjadi di Jakarta karena The Jack Mania bersifat independen.

“Poin saya adalah ini mungkin harus diperbaiki dan dengan belanja masalah itu lebih dulu dan sangat tergantung pada Jakmanianya sendiri karena saya tahu mereka ini sama independen juga loh ini suara besar, enggak bisa- enggak bisa secara normatif itu di diacak-acak dari luar ya” tutupnya.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Desi Kris