Metropolitan

Pengamat Politik Sebut Ada 3 Alasan PDIP Tak Jadi Umumkan Anies Baswedan untuk Pilgub Jakarta, Megawati Ingin Kader yang Berdarah-darah Bela Partainya

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Selasa 27 Agu 2024, 13:38 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Pengamat politik Ujang Komarudin mengungkapkan alasan di balik tidak diumumkannya Anies Baswedan oleh PDIP sebagai calon gubernur Jakarta.

Dalam beberapa hari terakhir, spekulasi mengenai dukungan PDIP terhadap Anies semakin menguat, terutama setelah pertemuan Anies dengan politisi PDIP, Rano Karno.

Namun, menurut Ujang Komarudin, ada tiga alasan utama mengapa PDIP tidak jadi mengumumkan Anies Baswedan.

“Yang pertama, dalam prinsip PDIP, Ibu Megawati selalu mengutamakan kader internal partai. Tidak heran jika akhirnya nama Anies tergeser dan yang muncul adalah Pramono Anung dan Rano Karno,” ungkap Ujang, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (27/8/2024). 

Baca Juga: Peneliti BMKG Ungkap Ada 13 Zona Gempa Megathrust yang Sudah Berhasil Diidentifikasi, Ini Daftar Wilayahnya di Indonesia

Dia meyakini PDIP sangat mempertimbangkan kader internal yang sudah berdarah-darah, sudah mati-matian berjuang di partai.

Alasan kedua, Ujang menjelaskan bahwa Anies tidak memiliki rekam jejak berjuang di dalam PDIP.

"Selama ini Anies justru lebih sering berseberangan dengan PDIP, terutama pada Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2024. Ini mungkin menjadi faktor yang membuat PDIP ragu untuk mengusungnya," jelasnya.

Terakhir, Ujang juga menyebut adanya tarik-ulur kepentingan yang sulit untuk dikompromikan.

Baca Juga: Gempa Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Ini 2 Wilayah yang Patut Diwaspadai

“Biasanya, kandidat yang diusung oleh partai politik harus menjadi anggota partai tersebut. Apakah Anies mau atau tidak, saya tidak tahu, tapi kompromi di belakang layar mungkin tidak berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Ujang menekankan bahwa dinamika politik bisa berubah dengan cepat.

Namun pernyataan jelas dari Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey, yang mengonfirmasi bahwa partai tersebut lebih memilih Pramono Anung dan Rano Karno, mengindikasikan bahwa PDIP tidak jadi mendukung Anies Baswedan.

Perlu diketahui bahwa pendaftaran calon kepala daerah sudah dibuka mulai hari ini hingga 29 September 2024.

Dari situasi terkini, PDIP kabarnya akan mengumumkan calonnya di Pilkada Jakarta bersamaan dengan pendaftaran.

Diberitakan sebelumnya Ketua Umum Megawati sempat mengatakan bahwa dirinya tidak punya alasan kuat untuk mengusulkan Anies karena dinilai tidak berkontribusi pada partainya.

Sementara kader internal Pramono Anum belum teruji elektabilitasnya. Sedangkan jika memajukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, PDIP kemungkinan akan "digoreng" isu lama.

Kini PDIP menghadapi pilihan yang sulit dengan waktu yang sudah memasuki injury time.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Desi Kris