AYOJAKARTA.COM -- Saat ini masyarakat Indonesia banyak yang khawatir dengan adanya ancaman dari terjadinya gempa bumi megathrust.
Kabar mengenai ancaman soal terjadinya gempa bumi megathrust sendiri sepertinya bukanlah isapan jempol belaka.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memberikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gempa megathrust ini.
Baca Juga: Harus Waspada! Ini Fakta tentang Potensi Gempa di Zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut
Meski BMKG menegaskan bahwa kapan waktu pasti terjadinya gempa bumi megathrust ini tidak dapat diketahui sama sekali.
Rupanya penelitian terhadap potensi terjadinya gempa bumi megathrust ini sudah dilakukan cukup lama.
Salah satu peneliti BMKG, Pepen Supendi menginformasikan jika sudah ada 13 titik atao zona gempa megathrust yang berhasil diidentifikasi.
"Di Indonesia sendiri ada 13 zona megathrust yang sudah teridentifikasi oleh para ahli,” jelas Pepen Supendi dikutip dari Youtube Tv One News pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Sebanyak 13 zona megathrust yang disebut sudah berhasil diidentifikasi tersebut tersebar di beberapa wilayah berikut ini.
“Mulai dari Pantai Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Sulawesi, dan juga Utara Papua,” terang Pepen.
Selanjutnya Pepen Supendi menjelaskan terkait apa yang dimaksud dari zona megathrust yang menimbulkan potensi gempa besar itu sendiri.
Baca Juga: Waspada dan Siaga! 3 Imbauan Penting BMKG Terkait Ancaman Gempa Megathrust
Dalam keterangannya, Pepen menjelaskan bahwa megathrust merupakan salah satu bagian yang terdapat di zona suduksi.
“Pada zona suduksi ada bagian yang kita kenal dengan zona megathrust,” ungkap Pepen.
Tepatnya sebuah bidang kotak yang terdapat di antara bidang kotak antara lempeng dengan kedalaman mencapai 50 kilometer.
Pepen Supendi juga mengungkapkan salah satu zona megathrust ini dapat ditemukan di wilayah Selat Sunda.
“Yaitu pada bidang kotak antara lempeng sampai kedalaman sekitar 50 kilometer dan salah satunya adalah megathrust Selat Sunda,” jelas peneliti BMKG tersebut.

Share this article
Salah satu peneliti BMKG, Pepen Supendi menginformasikan jika sudah ada 13 titik atao zona gempa megathrust yang berhasil diidentifikasi.