AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan kini mendakatkan dukungan dari Partai Hanura untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.
Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ketua DPP Partai Hanura Jakarta, Djafar Badjeber yang menyatakan siap untuk dukung Anies Baswedan maju di Pilkada Jakarta.
Djafar mengatakan jika Jakarta membutuhkan sosok yang berkualitas seperti Anies Baswedan untuk menjadi pemimpin.
"Tentunya kita butuh orang-orang yang berkualitas semacam Pak Anies ini," ungkap Djafar Badjeber dikutip dari YouTube Kompas Tv pada Senin 26 Agustus 2024.
Baca Juga: Gaji Tembus 6 Jutaan! Ini Dia Formasi CPNS untuk Lulusan SMA di Kemenkumham Setiap Daerah
Namun, dukungan dari Partai Hanura untuk Anies Baswedan maju ke Pilkada Jakarta 2024 ini belum secara resmi.
"Tentunya kami hari ini baru sekedar penjajakan, dalam artikata soal aspirasi ya," ujar Djafar.
Ketua DPP Partai Hanura Jakarta tersebut juga menyebut jika akan mengumpulkan 8,1% suara sah untuk mendukung Anies Baswedan maju di Jakarta.
"Bahkan kemarin kami menghitung-hitung, andaikata tanpa partai lain yang non seat. Kami temukan angka 8,1%, artinya kami bisa mengusung Pak Anies kalau ada partai yang tidak mau," lanjutnya.
Dalam keterangannya Djafar juga menyinggung terkait sulitnya jalan Anies Baswedan untuk bisa maju di Pilkada Jakarta November mendatang.
Dirinya menyebut jika jalan Anies untuk maju di Jakarta terus dihambat, maka pihaknya akan mencari jalan lain yang memungkinkan secara konstitusi.
"Mudah-mudahan kedepan kalau memang jalan beliau dihambat terus oleh orang-orang tertentu, maka kami berusaha untuk mencari jalan lain dan itu memungkinkan secara konstitusi," imbuhnya.
Di sisi lain saat menyambangi kantor DPD Hanura Jakarta, Anies menyebut jika dirinya merasa terhormat saat menjalin silaturahmi dengan Partai Hanura.
Namun, ia juga menegaskan jika belum ada pembahasan lebih detail terkait apakah partai Hanura akan mengusungnya di Pilkada Jakarta 2024.
"Baru ngobrol-ngobrol saja, silaturahmi, belum ada bahasan detail soal itu (Pilkada Jakarta)," ungkap Anies Baswedan.
Sebelumnya, peluang Anies untuk maju di Jakarta hampir musnah setelah dirinya ditinggalkan oleh PKS, PKB dan NasDem yang bergabung dengan KIM PLus.
Kendati demikian peluang ini kembali terbuka lebar setelah putusan MK keluar terkait ambang batas pencalonan pilkada. ***