AYOJAKARTA.COM - Politisi PDIP, Masinton Pasaribu, memberikan penjelasan terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Anies Baswedan jika ingin mendapatkan dukungan dari PDIP dalam Pilkada Jakarta.
Di tengah wacana tersebut, muncul dinamika di akar rumput PDIP yang masih menginginkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), untuk kembali maju sebagai calon gubernur.
Masinton Pasaribu menegaskan bahwa setiap calon yang akan diusung PDIP, termasuk Anies Baswedan, harus berkomitmen terhadap platform perjuangan partai.
"Siapapun yang akan diusung oleh PDIP harus melaksanakan program-program keberpihakan pada wong cilik dan menjaga kelestarian lingkungan," ujar Masinton Pasaribu dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Senin (26/8/2024).
Ia menambahkan bahwa politik bukan hanya soal orang, tetapi juga soal menjaga ekosistem kehidupan, termasuk lingkungan.
Masinton juga menegaskan pentingnya program-program yang selaras dengan visi dan misi partai, seperti mewujudkan kedaulatan di bidang politik dan berdikari di bidang ekonomi.
"Pemimpin yang diusung PDIP harus menjalankan program-program ini, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten kota," lanjutnya.
Namun, di balik pernyataan Masinton, muncul keinginan kuat dari akar rumput PDIP untuk kembali mengusung Ahok dalam Pilkada Jakarta.
Dukungan ini didasarkan pada pengalaman Ahok yang dinilai mampu menghadirkan kebijakan-kebijakan konkret selama masa kepemimpinannya di Jakarta.
Meski demikian, Masinton menegaskan bahwa keputusan akhir akan diserahkan kepada partai, dan tugas partai adalah memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pilihan calon yang akan diusung.
"Preferensi pemilih di Jakarta sangat dinamis. Mereka akan melihat figur dan program-program yang disampaikan oleh para kandidat. Tugas partai adalah menjelaskan kepada masyarakat alasan memilih satu calon dibandingkan calon lainnya," kata Masinton.
Ia juga menyebut bahwa pemilih Jakarta memiliki karakteristik yang unik, di mana mereka cenderung beralih dukungan berdasarkan program yang dinilai lebih rasional dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Hal ini membuat swing voters di Jakarta memiliki peran penting dalam menentukan hasil Pilkada.
Sementara itu, diskusi terkait syarat-syarat yang diberikan PDIP kepada Anies Baswedan terus berkembang di media sosial.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan adalah visi misi calon kepala daerah yang harus disiapkan oleh PDIP, bukan dari Anies sendiri, serta komitmen pada politik tata ruang dan keberpihakan pada wong cilik.
Di tengah ketidakpastian ini, publik masih menunggu keputusan final dari PDIP mengenai siapa yang akan mereka usung dalam Pilkada Jakarta mendatang.***