Metropolitan

Disorot karena Catut Data Pribadi Warga, Benarkah Pasangan Dharma-Kun Hanya Calon Boneka di Pilgub Jakarta?

Oleh: Karseno AJ Selasa 20 Agu 2024, 09:05 WIB
Potret Dharma Pongrekun dan Kun Wardana Abyoto

AYOJAKARTA.COM – Di tengah kabar pencatutan data pribadi sebagai bukti dukungan, lolosnya pasangan Dharma-Kun dalam kontestasi Pilgub Jakarta terus menuai sorotan.

Sebagian kalangan menilai, keikutsertaan pasangan Dharma-Kun di Pilgub Jakarta dari jalur perseorangan merupakan upaya meminimalisir munculnya calon tunggal.

Sosok Dharma-Kun, menurut banyak kalangan dinilai bukan merupakan lawan tangguh untuk menghadapi paslon yang didukung KIM Plus di Pilgub Jakarta.

Publik menilai, sosok yang pantas untuk menandingi RK di Pilgub Jakarta adalah tokoh kenamaan semisal Anies Baswedan maupun Ahok.

Baca Juga: Hasil Survei SMRC: Jika Pilgub Jakarta Digelar Sekarang, Anies Baswedan Libas RK, Ahok hingga Kaesang Pangarep

Sehubungan adanya pandangan tersebut, cagub KIM Plus Ridwan Kamil menyebut sosok Dharma Pongrekun merupakan figur publik yang istimewa.

“Pak Dharma Pongrekun itu Jenderal Polisi Bintang Tiga lho, itu bukan kaleng-kaleng, lawannya luar biasa,” ungkap RK.

Selain RK, anggapan yang menyebut pasangan Dharma-Kun sebagai lawan yang cukup kuat juga disampaikan Ketua DPD Jakarta Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria.

Menurut Riza, pasangan Dharma-Kun merupakan lawan yang tangguh di Pilgub Jakarta untuk berhadapan dengan pasangan RK-Suswono.

Baca Juga: Jumlah Pencatutan Data Pribadi NIK Pilkada Semakin Banyak, Kini Dialami Mantan Penyidik KPK Aulia Postiera: Bagaimana Bisa NIK Saya Terdaftar

Selain karena mendapat dukungan dari masyarakat, Dharma-Kun juga lahir dari jalur perseorangan yang membutuhkan perjuangan lebih besar.

“Kalau lolos sebagai calon independen artinya luar biasa, kemampuan dan jaringannya, terlebih yang bersangkutan Purnawirawan Polisi Bintang Tiga,” ungkap Ahmad Riza Patria dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV, Selasa (20/8/2024).

Meski secara popularitas berbeda, Riza meyakini pasangan Dharma-Kun merupakan lawan tangguh di Pilgub Jakarta dan bukan merupakan calon boneka.

Minimnya popularitas pasangan Dharma-Kun menurut Riza karena keduanya bukan merupakan kader partai sehingga luput dari radar survei elektabilitas.

Baca Juga: Pencatutan Data Pribadi untuk Dukung Calon Independen di Pilgub Jakarta Langgar 3 Ketentuan, Apa Saja? Ini Rinciannya!

Berpijak dari pengalaman Jokowi di Pilgub Jakarta sebelumnya, peluang untuk terpilih sangat terbuka meski elektabilitas kurang menguntungkan.

“Semua partai dulu mengusung Fauzi Bowo, kalah oleh Pak Jokowi-Ahok yang orang daerah, semua tidak menyangka,” imbuh Riza.

Terkait munculnya pasangan Dharma-Kun, Ray Rangkuti selaku Direktur Eksekutif Lingkar Madani ikut memberi tanggapan.

Menurut Ray, pasangan Dharma-Kun merupakan solusi dari persoalan politik yang saat ini mencuat jelang Pilgub Jakarta.

Baca Juga: Dharma-Kun Wardana Lolos Independen di Pilgub Jakarta 2024, Ahok Curiga: Saya Yakin Ada Sesuatu

Selain membiarkan PDIP terkatung-katung karena kursi di parlemen tak memenuhi syarat untuk mencalonkan kader, Anies dan kotak kosong merupakan dua persoalan lainnya.

Karena itu, munculnya pasangan Dharma-Kun dari jalur independen di Pilgub Jakarta merupakan salah satu langkah memecah masalah.

Namun demikian, Ray menilai situasi berbeda akan terjadi jika figur yang maju dari jalur independen adalah Anies atau Ahok.

“Dalam konteks kapasitas memang bukan kaleng-kaleng, tapi konteks elektoral masih jauh di bawah,” jelas Ray.***

Reporter Karseno AJ
Editor Fathul Amanah