AYOJAKARTA.COM - PDI Perjuangan menantang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub Jakarta.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa sendiri untuk mencalonkan kandidat potensialnya di Pilgub Jakarta.
Ini karena, pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 kemarin PDI Perjuangan hanya mengantongi 15 kursi di DPRD.
Sementara, untuk mencalonkan kandidat sebagai calon gubernur di Pilgub Jakarta dibutuhkan 22 kursi.
Agar bisa mencalonkan sosok di Jakarta, tentu PDIP harus bergabung dengan partai lain.
Djarot menyebut saat ini pihaknya sudah membangun komunikasi dengan beberapa partai politik.
“PDIP Perjuangan sudah membangun komunikasi dengan partai-partai. Karena PDI Perjuangan butuh kursi lagi, 7 kursi lagi paling nggak ya,” kata Djarot dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Rabu (13/8/2024).
Djarot juga menyinggung partai pemenang di Jakarta yaitu PKS yang juga tidak bisa mengusung sosok di Pilgub Jakarta.
Seperti yang diketahui, PKS memang sudah menyiapkan pasangan Anies Baswedan dan Sohibul Iman untuk Jakarta.
Akan tetapi, PKS juga belum bisa mencalonkan sendiri lantaran masih kekurangan kursi.
Saat ini, PKS memiliki 18 kursi di DPRD dan membutuhkan 4 kursi lagi agar bisa mencalonkan pasangan AMAN.
Djarot pun menyinggung apakah PKS berani mengusung kader potensialnya yakni Ahok yang pernah memimpin Jakarta.
“PKS juga butuh 4 kursi lagi. Misalnya ini seru nih, misalnya berani nggak PKS mengusung Pak Ahok misalkan? Nah, itu luar biasa, misalnya begitu,” ujarnya,
Ketika ditanya dirinya menantang PKS untuk bersama-sama mengusung Ahok, ia menyebut dirinya hanya memisalkan.
“Misalnya gitu ya, kan oke juga gitu ya. Sama ada suara di kita, kita mendukung Pak Anies, boleh saja,” tutupnya.***