AYOJAKARTA.COM – Mendekati waktu pendaftaran, sejumlah nama yang akan maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta kian mengerucut.
Setelah sebelumnya nama Anies Baswedan, sosok Ridwan Kamil (RK) yang merupakan mantan Gubernur Jawa Barat disebut-sebut akan maju dalam laga Pilkada Jakarta.
Keputusan menyodorkan RK dalam Pilkada Jakarta muncul usai Partai Golkar memastikan dukungan terhadap kader Partai Gerindra Dedi Mulyadi yang akan bertarung di Jabar.
Menugaskan sosok RK yang memiliki elektabilitas tinggi di Jawa Barat untuk migrasi ke Pilkada Jakarta, membuat Partai Golkar mendapat banyak sorotan dari berbagai kalangan.
Sehubungan adanya sorotan tersebut, Ahmad Doli Kurnia selaku Wakil Ketua Umum Partai Golkar memberi tanggapan.
Menurut Doli, langkah yang ditempuh Partai Golkar terkait keputusan menugaskan RK sebagai kadernya untuk berlaga di Jakarta sudah melalui banyak proses dan pertimbangan.
Salah satu pertimbangan bagi Partai Golkar memajukan RK di Pilkada Jakarta tidak lain sebagai bentuk komitmen bersama dengan KIM.
Selain itu, formulasi baru antara Partai Golkar dengan partai lain yang tergabung dalam KIM, merujuk pada keinginan untuk menang di berbagai tingkat pemilihan.
Dengan memenangkan kader-kader pilihan di berbagai daerah, Doli optimis hal tersebut akan memacu sinergitas antara pusat dan daerah.
Terkait dengan pencalonan RK di Pilkada Jakarta, Doli melihat hal tersebut merupakan konsekuensi dari dukungan yang diberikan oleh Partai Golkar terhadap Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Doli memastikan dalam waktu dekat para Ketua Umum Partai akan bertemu untuk mematangkan agenda.
“Kemungkinan juga kita akan mengadakan kerjasama dengan parpol lain di luar KIM untuk terbentuk menjadi KIM Plus,” ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin, 5 Agustus 2024.
Namun demikian, Wakil Ketua Umum Partai Golkar memastikan partainya membuka peluang bagi bagi siapapun untuk terlibat dalam kerjasama.
Sehubungan dengan penugasan RK yang disebut akan maju di Jakarta, Pengamat Politik Adi Prayitno memberi tanggapan.
Menurut Adi, wacana banyak kalangan terkait keikutsertaan RK di Pilkada Jakarta masih bersifat abstrak karena Airlangga Hartarto belum secara eksplisit memberi pernyataan.
Baca Juga: Terima Dirinya Dilaporkan Iptu Rudiana di Kasus Vina Cirebon, Dedi Mulyadi: Harus Dihadapi
Di samping belum ada hitam-putih yang memperjelas, dinamika politik jelang Pilkada Jakarta juga relatif cair sehingga relatif sulit diprediksi.
“Setelah Dedi Mulyadi didukung Pak Airlangga, secara otomatis masyarakat menafsirkan bahwa RK langsung maju di Jakarta,” ungkap Adi.
Karenanya, Adi melihat fenomena menginterpretasikan RK akan berlaga di Pilkada Jakarta setelah mendukung Dedi Mulyadi di Jabar tidak lain sebagai bentuk komunikasi politik.
“Saya belum haqqul yakin bahwa RK secara definitif akan 100 persen maju di Pilgub Jakarta,” pungkasnya.***