Metropolitan

Tanggapan Ahok Soal Wacana Duet dengan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

Oleh: Nadya Donna Putri Minggu 23 Jun 2024, 14:02 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

AYOJAKARTA.COM — Pilkada Jakarta 2024 menjadi topik yang menarik pusat perhatian masyarakat di dunia politik.

Salah satunya yang terbaru adalah muncul kabar mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan duet bersama mantan Gubernur Jakarta lainnya, Anies Baswedan.

Keduanya pernah memimpin Jakarta dan memiliki juga pengalaman yang berbeda. Ahok sosok yang memiliki kebijakan kontroversial dalam reformasi administrasi publik kota Jakarta.

Anies Baswedan memiliki pengalaman dalam bidang infrastruktur di Jakarta dan juga turut menghadapi permasalahan saat mengatasi pandemi.

Ahok baru-baru ini menanggapi kabar yang beredar tentang duet dengan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta.

Baca Juga: Nama Anies Baswedan Dilirik PDIP untuk Berkoalisi di Pilgub Jakarta, Refly Harun: Harus Memilih dari Awal Jangan Ragu!

PDIP diketahui mempertimbangkan kemungkinan kadernya duet dengan Anies Baswedan baru-baru ini.

Salah satu politisi PDIP yang juga dikabarkan duet dengan Anies Baswedan adalah Ahok.

Ahok mengatakan kalau kemungkinan duet dirinya dengan Anies Baswedan itu tidak bisa. Karena menurut aturan KPU, orang yang pernah jadi gubernur tidak boleh jadi wakil gubernur dan jabatan lainnya.

Ahok juga menjelaskan kalau hal yang berkaitan dengan duet itu bisa ditanyakan pada DPP partainya karena ia hanya petugas partai.

“Kedua, bisa ditanyakan ke DPP, bukan saya. Saya hanya petugas partai untuk menjalankan sesuai partai didirikan,” jelasnya melanjutkan, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Minggu, 23 Juni 2024.

Baca Juga: Jawab Isu Soal Duet di Pilgub Jakarta Kaesang Bilang Kita Beda, Anies: Hormati Setiap Pandangan

Ahok juga mengatakan kalau hal ini bukanlah koalisi karena partai bukanlah sebuah parlementer.

“Kita tidak mengenal istilah koalisi sebetulnya, karena kita bukan parlementer, kan?” lanjutnya.

Ahok juga menjelaskan kalau hal ini adalah kerja sama. Namun dirinya juga tidak tahu sejauh mana kerja sama antara partainya dengan partai lain karena ia tidak mengurus DPP partainya.

“Saya tidak tahu sejauh mana PDI Perjuangan bisa kerja sama dengan partai lain pengusung calon gubernur Jakarta. Saya tidak tahu karena saya tidak mengurus DPP,” akhirnya.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Tedi Rukmana