AYOJAKARTA.COM – Sering dijuluki sejumlah kalangan sebagai Jenderal Kontroversial, nama Dharma Pongrekun muncul sebagai peserta Pilgub Jakarta 2024.
Bersama R Kun Wardana, Dharma Pongrekun yang merupakan purnawirawan polisi berpangkat Komisaris Jenderal tersebut maju di Pilgub Jakarta tanpa dukungan parpol.
Menjadi pasangan cagub-cawagub dari jalur independen, pasangan Dharma Pongrekun dan R Kun Wardana siap berlaga pada November 2024 mendatang.
Sebelum menjadi sosok yang banyak mencuri perhatian publik, pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah pada 12 Januari 1966 tercatat sebagai lulusan terbaik AKMIL tahun 1988.
Baca Juga: Dampingi Dharma Pongrekun di Pilgub Jakarta 2024, Begini Sepak Terjang R Kun Wardana
Menyandang gelar kehormatan Adhi Makayasa, perjalanan karier Dharma sebagai detektif di kepolisian terus mengalami peningkatan.
Menduduki jabatan pertama sebagai Pamen Polda Bengkulu, sederet jabatan penting dan strategis di kepolisian berhasil ditempati Dharma hingga tahun 2016.
Di tahun berikutnya, pria yang juga sering disebut-sebut sebagai pesaing peretas Bjorka kemudian mulai bertugas sebagai Pati Bareskrim di Badan Sandi dan Siber Negara.
Sebagaimana banyak mengukir prestasi di instansi kepolisian, kiprah Dharma Pongrekun juga moncer saat bertugas di Badan Sandi dan Siber Negara atau BSSN.
Baca Juga: Maju Jalur Independen, Pasangan Dharma Pongrekun dan R Kun Wardana Ramaikan Bursa Pilgub DKI Jakarta
Hal tersebut sempat dibuktikan pada 2019, Dharma Pongrekun dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala BSSN.
Saat pandemi Covid-19 melanda dunia, Dharma Pongrekun mulai sering menjadi sorotan karena dinilai banyak mengeluarkan pernyataan kontroversial.
Menurutnya, Coronavirus merupakan salah satu bagian dari konspirasi elit global yang bertujuan mengatur populasi manusia di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Selain bertujuan mengatur populasi manusia, sepak terjang dan agenda para elit dunia tersebut juga sudah dirancang bertahun-tahun sebelumnya.
Atas sejumlah pernyataannya yang dinilai kontroversial, penulis buku berjudul Indonesia Dalam Rekayasa Kehidupan tersebut ditugaskan kembali di Kepolisian.
Melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 146/TPA 2021 yang bertanggal 5 Oktober 2021, jabatan Dharma di BSSN berakhir.
Menurut Letjen (Purn) Hinsa Siburian selaku Kepala BSSN, pergantian Dharma tidak lain merupakan penyegaran dalam organisasi dan normal.
Setelah digantikan Irjen Pol Sutanto, pria yang sempat menempuh Sespimti Polri di tahun 2014 ini kemudian menjabat Analis Kebijakan Utama Jianbang Lemdikpol.
Cagub Pilgub Jakarta 2024 ini tercatat memiliki kekayaan berupa kas atau setara kas dengan nilai sekitar Rp50.000.0000.
Selain itu, Dharma juga memiliki empat tanah dan bangunan senilai Rp9.280.245.000 serta dua motor Honda Beat dan CB 150 seharga Rp 15.500.000.
Sempat berkontestasi dengan sejumlah perwira dari kepolisian, kiprah Dharma Pongrekun sebagai calon Ketua KPK terjegal setelah DPR lebih memilih Firli Bahuri.***