AYOJAKARTA.COM - Ditengah banyaknya tokoh politik dan pesohor yang masuk dalam bursa Pilkada Jakarta, pasangan Dharma Pongrekun dan R Kun Wardana ikut maju sebagai peserta.
Mantan perwira Polri Dharma Pongrekun, dan R Kun Wardana yang sempat menjabat Sekjen Partai Demokrasi Kebangsaan maju di Pilkada Jakarta dari jalur independen.
Ikut serta dalam kontestasi Pilkada Jakarta tanpa dukungan dari partai, pasangan Dharma Pongrekun dan R Kun Wardana mendapat sambutan dari Adi Prayitno.
Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia tersebut, kehadiran calon independen sangat layak mendapat apresiasi.
Selain karena mekanismenya telah diatur dalam perundang-undangan, keikutsertaan calon independen dalam kontestasi Pilkada Jakarta juga menambah warna.
Kendari tingkat kemungkinan untuk bisa menang relatif kecil, menurut Adi Pray calon independen pantas mendapat banyak acungan jempol.
“Sepi peminat menangnya-pun juga sedikit, kalau ada yang maju, bagi saya bukan hanya dua jempol, tapi juga sepuluh jempol,” ungkap Adi.
Kehadiran peserta perseorangan, menurut Adi Pray menjadi pelajaran bagi partai politik untuk lebih berani dalam menentukan kadernya dalam setiap kontestasi.
Adanya kecenderungan sejumlah partai politik yang lebih dominan pada popularitas figur, menurut Adi merupakan bentuk sikap pragmatisme.
Sikap pragmatis yang ditunjukkan oleh sejumlah partai politik, menurut Adi dapat berdampak kurang baik bagi proses kaderisasi demokrasi di Indonesia.
Ajang kontestasi di kancah manapun, menurut Adi pada akhirnya akan bermuara pada keberlangsungan kepemimpinan yang melahirkan kader pemimpin baru.
Salah satu fenomena unik terkait dengan peran popularitas dalam kontestasi Pilkada Jakarta adalah munculnya nama Anies Baswedan yang bukan merupakan kader partai.
Partai politik yang terus-menerus menjadikan figur populer non partisan semisal Anies, menurut hemat Adi bisa merusak proses kaderisasi internal.
“Anies itu orang lain, bahaya bagi parpol kalau hanya menjadi perahu untuk orang yang tidak pernah membesarkan partai,” tegas Adi.
Karena itu Adi menilai keikutsertaan Dharma Pongrekun dalam kontestasi Pilkada Jakarta, merupakan bentuk sindiran terhadap proses kaderisasi partai politik.
Sehubungan dengan alasan yang melatarbelakangi keikutsertaan dalam kontestasi Pilkada, Dharma Pongrekun beberkan hal ini.
Selain memastikan keberlangsungan hidup yang manusiawi dan terdidik, alasan Dharma maju sebagai Calon Gubernur adalah memastikan kedaulatan Indonesia.
Menurut Dharma salah satu isu global yang saat ini mengancam kedaulatan bangsa Indonesia di depan mata adalah WHO Pandemic Treaty.
“WHO Pandemic Treaty adalah cara asing mengambil kedaulatan Indonesia melalui isu kesehatan,” jelasnya. ***

Share this article
Pasangan Dharma Pongrekun dan R Kun Wardana ikut maju ramaikan bursa politik Pilgub DKI Jakarta jalur independen