AYOJAKARTA.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan langkah strategis untuk meningkatkan peringkat Jakarta di kancah global.
Pramono akan mentargetkan membawa kota Jakarta ke dalam top 50 Kota Global.
Hal ini disampaikan sekaligus sebagai respons atas penurunan peringkat Jakarta yang kini berada di posisi nomor 74 dari 156.
Peringkat ini jelas merosot tajam jika dibandingkan dengan peringkat nomor 54 pada tahun 2015 silam.
Dalam pernyataan resmi, Pramono menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan sektor perbankan di wilayah Jakarta.
"Perbankan yang hampir setiap periode selalu ada kasusnya. Bank ini tidak dikelola secara profesional, ada ruang-ruang yang gampang orang untuk bisa mempermainkan," jelasnya, dikutip dari akun Instagram @pramonoanungw pada Selasa, 15 April 2025.
Ia menambahkan bahwa direksi bank DKI harus sepenuhnya professional dan tidak lagi menerima titipan dari pihak manapun.
Pramono juga mengusulkan untuk melakukan rebranding dengan mengganti nama Bank DKI menjadi Bank Jakarta atau bahkan Bank Global.
Selain itu, serta membangun gedung pusat yang representatif sebagai "building-nya Bank Jakarta."
Baca Juga: Batal Ya! Pramono Alihkan Program Sarapan Gratis ke Renovasi Kantin Sekolah dan KJP
"Dan kalau itu kita lakukan pasti bisa terbang," ungkapnya.
Selain itu, Gubernur Pramono menekankan pentingnya simbol-simbol kebanggaan kota.
Ia menyatakan bahwa patung MH Thamrin harus ada di Jalan Thamrin dan posisinya tidak boleh kalah dengan patung Jenderal Sudirman.
Patung ini adalah sebagai bentuk simbol kekuatan dan keunggulan Jakarta yang perlu diperhatikan serius.
Tak hanya sektor perbankan, Pramono juga menyoroti pengembangan kawasan hijau.
Baca Juga: Pramono Anung Batalkan Program Sarapan Gratis, Anggaran akan Digunakan untuk 2 Hal Ini
Ia mengusulkan agar Taman Langsat, Ayodya, dan Leuser dihubungkan dan dijadikan beranda utama gedung ASEAN.
Dengan demikian, taman yang sudah bagus ini nantinya akan menjadi simbol baru Jakarta yang modern dan terintegrasi.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur dan memperkuat posisi Jakarta di kancah global.
Pemerintah daerah bertekad untuk melakukan perubahan signifikan pada sektor perbankan.
Lebih lanjut, serta pengembangan kawasan kota guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dan membangun citra Jakarta sebagai kota global.***