AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat sedang menyebar 4.100 ember berisi bibit nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia.
Penyebaran tersebut dilakukan sejak Desember 2023 lalu.
Penyebaran bibit nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia ini bertujuan memerangi ancaman nyamuk Aedes aegypti yang dapat menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dikutip ayojakarta.com dari sumber resmi, Wolbachia adalah bakteri alami yang ditemukan pada 50 persen spesies serangga, termasuk beberapa jenis nyamuk, menjadi fokus utama dalam strategi ini.
Baca Juga: Basmi Aedes Aegypti, Pemkot Jakarta Barat Siapkan 4.100 Ember tempat Bibit Nyamuk Wolbachia
Penelitian World Mosquito Program menunjukkan bahwa Wolbachia, bakteri alami yang ditemukan pada beberapa serangga dapat membantu mengurangi penyebaran virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti, vektor virus dengue, Zika, chikungunya dan demam kuning.
Cara kerjanya adalah dengan mengubah cara reproduksi nyamuk.
Nyamuk yang membawa Wolbachia akan menghasilkan keturunan yang sebagian besar juga membawa Wolbachia.
Seiring waktu, persentase nyamuk yang membawa Wolbachia akan meningkat sehingga mengurangi risiko penyebaran virus.
Efektivitas nyamuk Wolbachia dalam mengendalikan DBD telah dibuktikan dalam berbagai penelitian.
Penelitian yang dilakukan di Australia menunjukkan bahwa penyebaran nyamuk Wolbachia dapat menurunkan kasus DBD hingga 77 persen.
Metode ini aman bagi manusia, hewan dan lingkungan.
Wolbachia adalah bakteri yang sudah ada secara alami pada banyak spesies serangga dan tidak dapat ditularkan kepada manusia atau mamalia lainnya.
Baca Juga: Kemenkes Siap Produksi 40 Juta Telur Nyamuk Wolbachia, 5 Kota Ini Akan Jadi Lokasinya
Sebelum diterapkan di Jakarta Barat, penyebaran nyamuk Wolbachia ini sudah dilakukan di Yogyakarta dan Bali.
Lalu bagaimana membedakan digigit nyamuk Wolbachia dengan Aedes Aegypti?
Dikutip ayojakarta.com dari Wolbachia Fact sheet pada Senin (22/1/2024), dijelaskan bahwa digigit nyamuk Wolbachia tak ada bedanya dengan digigit nyamuk Aedes Aegypti.
Hanya saja dampak yang ditimbulkan berbeda.
Digigit nyamuk Aedes Aegypti bisa menyebabkan DBD, sedangkan digigit nyamuk Wolbachia tidak menyebabkan apa-apa.***