AYOJAKARTA.COM – Sempat menimbulkan kontroversi, rupanya pemerintah tetap akan melanjutkan program penyebaran nyamuk Wolbachia di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai informasi, Wolbachia sendiri merupakan salah satu program teknologi tambahan yang bertujuan untuk pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dan JUmantik.
Seperti yang disampaikan melalui situs Kementerian Kesehatan atau Kemenkes, menyebutkan jika teknologi Wolbachia ini mampu mengendalikan virus dengue yang menjadi penyebab DBD.
Baca Juga: 7 Kota Termistis di Indonesia, Nomor Enam dan Tujuh Sering Dikunjungi Wisatawan
Sementara itu dijelaskan oleh seorang peneliti World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta yakni Prof. Adi Utarini, Wolbachia adalah suatu bakteri yang bisa tumbuh alami di serangga nyamuk kecuali aedes aegypti.
Sehingga dengan membuat nyamuk berjenis aedes aegypti jadi mengandung bakteri Wolbachia, maka akan membuat virus dengue tidak menyebar ke tubuh manusia.
Namun rupanya, program pemerintah berupa penyebaran nyamuk Wolbachia ini justru ditentang oleh beberapa pihak.
Salah satu tokoh yang menentang soal penyebaran nyamuk Wolbachia ini adalah mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah.
Terbaru, melalui akun Instagram pribadinya @siti_fadilah_supari, mantan Menkes tersebut mengunggah update terbaru soal penyebaran nyamuk Wolbachia ini.
Dimana dalam unggahan tersebut diinformasikan jika Kemenkes telah siap memproduksi sebanyak 40 juta telur nyamuk Wolbachia per Minggu.
Baca Juga: Gabung ke TKN Prabowo, Khofifah Akan Nonaktif PBNU per 21 Januari 2024
Bahkan disebutkan juga bahwa Kemenkes RI siap membangun pabrik telur ber-wolbachia yang saat ini persediaannya masih cukup terbatas.
Dalam unggahan tersebut juga dituliskan jika penyebaran nyamuk Wolbachia ini adalah salah satu upaya untuk memberantas DBD di Indonesia.
Tak hanya itu, Kemenkes juga menegaskan jika inovasi Wolbachia untuk menekan angka kasus DBD ini sudah terbukti ampuh secara penelitian.
Kemudian, ada 5 kota yang akan dijadikan lokasi pilot project nyamuk ber-wolbachia ini, yaitu Jakarta Barat, Bandung, Bontang, Semarang, dan Kupang.
Siti Fadilah Supari lantas memberi caption bernada penolakan untuk unggahan soal penyebaran nyamuk Wolbachia tersebut.
“Ya Allah, kok tega teganya thd bangsa nya sendiri. Mudah2an presiden yg baru tidak mengijinkan hal ini,” tulis mantan Menkes tersebut.
Sebelumnya melalui akun TikTok pribadinya @siti_fadilah_supari, Siti menyebutkan salah satu alasannya tidak setuju dengan program penyebaran nyamuk Wolbachia ini lantaran tidak diketahui efeknya dalam jangka panjang.
“Karena setiap penelitian dengan nyenggol-nyenggol genetik itu errornya tidak bisa kita ketahui sekarang juga, baru bisa kita ketahui antara 2 dan 10 tahun yang akan datang,” terang Siti Fadilah.
“Lagi-lagi kita menjadi bahan penelitian ya itulah nasib kita, siapa yang mau memikirkan kita kalau bukan kita sendiri,” tegasnya.***

Share this article
Salah satu tokoh yang menentang soal penyebaran nyamuk Wolbachia ini adalah mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah.