AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini kasus Covid-19 di DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia telah naik lagi.
Pasalnya adalah Covid-19 varian baru EG.5 yang belum lama menyebar di Singapura; dan telah masuk ke Indonesia.
Karena Covid-19 varian baru telah menyebar di Indonesia, maka masyarakat yang belum melakukan vaksin booster diimbau untuk melakukannya.
Informasi selengkapnya dilansir AyoJakarta.com dari Instagram @pandemictalks:
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan jumlah positif kasus covid-19 meningkat dalam beberapa waktu terakhir ini.
Jumlah positif kasus covid-19 di DKI Jakarta ini cukup melonjak tajam karena per harinya mencapai 131 pasien.
Karena meningkat tingginya jumlah positif kasus covid-19 di DKI Jakarta tersebut maka tingkat positif juga meningkat.
Baca Juga: Sempat Berkali-kali Ditunda, Sidang Etik Firli Bahuri Bakal Digelar pada 20 Desember 2023
Tingkat positif kasus covid-19 di DKI Jakarta mengalami peningkatan atau meningkat hingga mencapai 40%. Hal ini diketahui dari tes PCR.
Oleh karena itu, pihak dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta turut mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan apabila mengalami beberapa gejalanya.
“Positivity rate PCR DKI Jakarta berkisar 40 persen. Dari 10 orang test PCR, 4-5 orang positif Covid-19,” ucap Ngabila, dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @pandemictalks.
Gejala covid-19 varian baru EG.5 ini mirip dengan varian Omicron yang telah ada sebelumnya di tahun 2022 lalu.
Baca Juga: Partai Gerindra Klarifikasi Ucapan Prabowo Subianto Soal Etik: Ada Lanjutannya
Gejalanya bisa berupa demam, nyeri tenggorokan, batuk, pilek, dan gangguan indera penciuman. Adapun gejala lainnya.
Selain mengalami gejala tersebut, apabila sempat kontak erat dengan pasien atau orang yang mempunyai gejala covid-19, maka bisa memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dan tes melalui PCR atau antigen.
Pemeriksaan diri di puskesmas terdekat dan mengecek melalui tes PCR atau antigen ini ada yang bisa gratis.
“Kami (Dinas Kesehatan DKI Jakarta) menghimbau masyarakat yang bergejala salah satu dari gejala khas COVID-19 seperti demam dan atau disertai nyeri tenggorokan, batuk, pilek, gangguan indera penciuman, atau gejala lainnya atau merupakan kontak erat kasus positif, dapat segera ke puskesmas kecamatan terdekat di DKI Jakarta untuk melakukan PCR atau antigen gratis,” lanjutnya.