AYOJAKARTA.COM – Sejalan dengan agenda KPU, debat capres-cawapres akan dimulai perdana pada 12 Desember 2023 mendatang.
Mendekati waktu pelaksanaan ajang debat, sejumlah pasangan capres-cawapres mulai sering melontarkan sindiran.
Dalam sejumlah kesempatan, pasangan capres-cawapres diketahui melakukan sindiran yang dinilai publik sebagai bentuk kritik.
Salah satu yang saat ini tengah menjadi sorotan adalah sindiran cawapres Gibran kepada capres Ganjar Pranowo terkait fasilitas di salah satu sekolah.
Pernyataan Gibran tersebut dilontarkan saat dirinya menghadiri acara Santri Bicara di Banten pada 4 Desember 2023 lalu.
Dalam kesempatan tersebut Gibran menceritakan pengalamannya saat awal memimpin warga Solo.
Saat melakukan kunjungan ke sejumlah SMK di Jawa Tengah, Gibran menyayangkan kondisi fasilitas yang jauh dari kata canggih atau masih jadul.
“Mohon maaf, komputernya masih jadul, atau alat-alatnya masih tidak terupdate, jadi kita update semua,” jelas Gibran.
Pernyataan Gibran tentang peralatan jadul yang seharusnya menjadi tanggung jawab Gubernur Jawa Tengah, ditanggapi oleh capres Ganjar Pranowo.
Meski fasilitas di SMK banyak yang jadul, Ganjar bersyukur karena tetap bisa menghasilkan sumber daya yang siap kerja.
Selain itu, Ganjar juga menganggap sindiran yang disampaikan cawapres Prabowo tersebut merupakan indikasi kesiapan Gibran dalam menghadapi debat gagasan.
“Saya senang, karena Beliau memberikan catatan, jadi ini sangat bagus sekali buat saya, kelihatan kalau beliau juga siap debat,” sindir Ganjar.
Sedikit berguyon Ganjar menambahkan, pernyataan sejumlah kalangan yang menganggap Gibran tidak siap berdebat merupakan bentuk lain dari fitnah ringan.
Terkait dengan format debat yang sempat menuai banyak kritik, KPU juga telah melakukan sejumlah penyempurnaan.
Berbeda dengan format pilpres sebelumnya yang menyediakan sesi khusus bagi masing-masing kandidat capres serta cawapres, kali hal tersebut ditiadakan.
Dalam debat capres atau cawapres di Pemilu 2024, setiap pasangan akan hadir sebagai dwi tunggal yang saling melengkapi untuk selanjutnya beradu gagasan.
Adanya perbedaan format debat yang dilakukan KPU, menurut Ujang Komarudin selaku Analis Komunikasi Politik Universitas Al Azhar merupakan jalan tengah.
Antusiasme publik yang ingin melihat setiap capres-cawapres berbicara, merupakan hal sulit untuk ditolak KPU.
Sebab melihat secara langsung bagaimana penyampaian dan substansi para capres-cawapres saat menyampaikan gagasan, merupakan keinginan banyak orang.
“Nanti kita lihat capres-cawapres mana yang rasional dan bisa diterima publik,” jelas Ujang dikutip Ayojakarta pada Jumat, 8 Desember 2023 dari Kompas TV.